Bikin Jurnal Harian Jadi "Self Care" Populer

  • 04 Jul 2025 10:01 WIB
  •  Manado

KBRN Manado : Menulis jurnal harian yang dahulu identik dengan kebiasaan anak sekolah kini kembali populer sebagai bentuk perawatan diri atau self-care di kalangan anak muda. Tidak hanya sekadar mencatat peristiwa harian, jurnal kini berkembang menjadi alat refleksi, pengelola emosi, dan sarana menjaga kesehatan mental.

Tren ini berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa, terutama di era pascapandemi yang menimbulkan tekanan emosional berkepanjangan. Banyak orang merasa perlu memiliki ruang pribadi untuk menenangkan pikiran, dan jurnal menjadi media yang sederhana namun efektif.

Dalam jurnal “Expressive Writing and Emotional Processing in Emerging Adults” (APA Psychological Bulletin, 2022), dijelaskan bahwa menulis secara rutin dapat membantu individu mengenali dan memahami emosi mereka. Kegiatan ini juga terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan suasana hati, dan memperkuat kesadaran diri.

Berbeda dengan buku harian konvensional, jurnal masa kini lebih fleksibel. Ada yang memilih journaling dengan format gratitude journal (mencatat hal-hal yang disyukuri), mood tracker (memantau suasana hati), hingga art journal yang dipadukan dengan gambar, kolase, atau kutipan inspiratif. Kreativitas bebas ini menjadikan journaling tidak hanya bermanfaat secara mental, tapi juga menyenangkan secara visual.

Media sosial turut mendorong tren ini berkembang pesat. Banyak kreator membagikan isi jurnal mereka sebagai bentuk ekspresi diri. Tagar seperti #journaling, #selfcarejournal, dan #mentalhealthjournal ramai diikuti, menciptakan komunitas daring yang saling menyemangati dan bertukar inspirasi.

Meski begitu, journaling tetap bersifat sangat pribadi. Tidak harus cantik, tidak perlu dibagikan. Yang terpenting adalah konsistensi dan kejujuran dalam menulis. Bahkan jurnal sederhana dengan tulisan tangan biasa pun sudah sangat membantu sebagai bentuk pelepasan emosi.

Dengan segala manfaatnya, membuat jurnal harian bukan lagi sekadar hobi atau catatan biasa. Ia telah menjadi bagian penting dari gaya hidup sadar dan perlahan, yang mengajak siapa pun untuk mengenal diri sendiri lebih dalam, berdamai dengan perasaan, dan merawat kesehatan mental dengan cara yang tenang dan bermakna. (Apri Sri Devi Simatupang/LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....