Kesehatan Mental dan Waktu Layar Remaja Perkotaan

  • 04 Jul 2025 10:28 WIB
  •  Manado

KBRN Manado : Remaja di wilayah perkotaan saat ini hidup dalam lingkungan yang sangat digital. Kehidupan mereka sehari-hari dipenuhi oleh paparan layar, baik dari gawai untuk belajar, media sosial, maupun hiburan seperti menonton video atau bermain gim daring. Penggunaan perangkat digital yang intens ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan mental mereka.

Penelitian dalam jurnal “Excessive Screen Time and Mental Health among Adolescents: An Urban Case Study” (Journal of Adolescent Health, 2023) menunjukkan adanya hubungan signifikan antara waktu layar yang berlebihan dengan peningkatan risiko gangguan psikologis. Remaja yang menghabiskan lebih dari empat jam sehari di depan layar cenderung mengalami kecemasan, gangguan tidur, dan gejala depresi. Paparan cahaya biru dari layar juga diketahui mengganggu ritme tidur alami dan mempengaruhi kualitas istirahat mereka.

Selain gangguan tidur, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat memicu tekanan sosial. Banyak remaja merasa harus tampil sempurna di dunia maya, membandingkan diri dengan teman sebaya, atau merasa tertinggal jika tidak selalu mengikuti tren digital. Tekanan ini perlahan mengikis kepercayaan diri dan dapat menimbulkan rasa tidak berdaya.

Sementara itu, laporan dari Unicef Indonesia dan Yayasan Pulih (2022) menyebutkan bahwa sebagian besar remaja perkotaan mengalami tekanan psikologis yang berhubungan langsung dengan interaksi digital yang intens. Keberadaan notifikasi yang terus-menerus, tuntutan untuk merespon cepat, serta arus informasi yang tak terbendung membuat otak remaja jarang mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Namun demikian, tidak semua waktu layar bersifat negatif. Ketika digunakan secara terarah, perangkat digital juga dapat menjadi sumber belajar, eksplorasi hobi, hingga sarana mencari dukungan emosional. Tantangannya adalah bagaimana mengelola waktu layar secara seimbang dan membatasi penggunaan yang berlebihan.

Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan edukatif dan pengawasan dari keluarga dan sekolah. Mendorong kebiasaan sehat seperti membaca buku fisik, aktivitas luar ruangan, serta membangun rutinitas tidur yang baik merupakan langkah awal menjaga keseimbangan. Dengan pengelolaan yang bijak, waktu layar dapat menjadi alat bantu, bukan ancaman, bagi kesehatan mental remaja di era modern. (Apri Sri Devi Simatupang/LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....