Keunikan dan Daya Tarik Musik Bia
- 07 Feb 2024 09:20 WIB
- Manado
KBRN, Manado:
Musik Bia, menjadi pesona yang sebanding dengan kesenian musik bambu. Awalnya hanya menghiasi beberapa tempat, namun kini kesenian ini telah menyebar luas, dan bahkan Musik ini di tampilkan untuk memeriahkan acara-acara penting dan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara yang singgah di kota Manado.
Dulu, Musik Bia seringkali menjadi pengiring Tarian Cakalele, menambah pesona dari suatu pertunjukan. Perkembangan Musik Bia merambah sampai ke masyarakat pesisir, terutama di Likupang dan Tanawangko, di mana tradisi ini diwariskan dari leluhur mereka. Orkes Musik Bia terus berkembang, dan para seniman musik tradisional mengubahnya dengan memasukkan pipa ke dalam lokan (bia berukuran lebih kecil), untuk menciptakan suara yang lebih jernih dan khas alamiah. Paduan cangkang atau rumah kerang yang beraneka bentuk membentuk orkes dengan fungsi masing-masing, mulai dari melodi, bas, korno, hingga tuba. Orkes Musik Bia mengikuti tangga nada diatonis.

Musik Bia, sebagai salah satu kekayaan musik tradisional Sulawesi Utara, yang juga pernah mencatatkan sejarah gemilang dengan melibatkan 339 pemain dalam Festival Watu Pinewetangan di Desa Pinabetengan, Tompaso. Penghargaan Guinness World Record diserahkan oleh Aleksandr Vypirailenko kepada Benny Mamoto,selaku Ketua Institut Seni Budaya Sulawesi Utara (ISBSU), menjadi saksi prestasi luar biasa dari kesenian Musik Bia yang berhasil mengukir namanya di panggung dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....