2Hollis dan Dunia Pirouette
- 06 Okt 2026 21:37 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – 2hollis memasuki babak baru dengan Pirouette, album studio kelimanya yang akan dirilis melalui Interscope Records pada 11 November 2026. Album ini menjadi kelanjutan dari star yang dirilis pada 2025 dan menjadi debut major label 2hollis. Era baru ini mulai terbentuk lewat tiga lagu yang sudah diperkenalkan secara bertahap, yaitu Hurt pada Juli, Sex pada September, dan Warhorse yang dirilis pada 25 September. Dikutip dari Universal Music Japan, Pirouette akan memperlihatkan sisi 2hollis yang lebih romantis dan ekspresif, sambil memperluas dunia musikal yang selama ini ia bangun lewat produksi elektronik eksperimental dan penulisan lagu pop yang emosional. Menariknya, Warhorse sebenarnya sudah beberapa kali dibawakan dalam set live 2hollis sebelum akhirnya mendapatkan versi resmi. Jadi, lagu ini terasa seperti jawaban untuk rasa penasaran penggemar yang sudah menunggu cukup lama.
Tapi ketika Pirouette diumumkan, perhatian publik justru banyak beralih dari musik ke satu hal yang langsung terlihat di layar, yaitu cover albumnya. Visual tersebut digambar langsung oleh Yoshitaka Amano, seniman Jepang yang dikenal luas lewat desain karakter dan karya visual untuk Final Fantasy serta Vampire Hunter D. Dikutip dari situs resmi Yoshitaka Amano, kolaborasi ini terjadi karena Amano melihat kualitas yang sensitif dan lembut dalam diri 2hollis. Ia bahkan merasa 2hollis seperti karakter yang keluar langsung dari lukisannya. Hasilnya memang cukup berbeda dari citra 2hollis yang selama ini dikenal lewat gaya fashion, rambut pirang, dan estetika digital yang agresif. Cover Pirouette justru membawa nuansa gothic, fantasi, dan ilustrasi klasik khas Amano. Di titik ini, kolaborasinya terasa seperti pertemuan dua dunia visual yang cukup jauh, tetapi justru punya ruang untuk bertemu.
Dan tentu saja, internet punya respons sendiri. Ada yang menganggap cover ini sebagai kolaborasi yang tidak terduga dan justru sangat menarik untuk sebuah album elektronik kontemporer. Ada pula yang melihatnya dengan lebih skeptis. Salah satu komentar di X bahkan menyindir, “False advertising he ain’t even blonde no more.” Candaan tersebut sebenarnya menunjukkan satu hal penting. Cover Pirouette memang cukup kuat untuk membuat orang berhenti scrolling dan bertanya, “Ini benar album 2hollis?” Dari sisi pemasaran, langkah tersebut jelas punya nilai. Nama Yoshitaka Amano membawa asosiasi yang sangat kuat dengan Final Fantasy dan kultur visual Jepang. Namun, menyebutnya sekadar clickbait juga terlalu sederhana. Dikutip dari pernyataan Amano yang dimuat dalam pengumuman resmi, ia mengatakan tidak perlu mengubah gaya seninya untuk menggambarkan 2hollis. Ia justru merasa sang musisi dapat masuk secara alami ke dalam dunia visual yang sudah ia bangun selama puluhan tahun. Artinya, cover ini punya konsep yang lebih jelas daripada sekadar memasangkan nama besar untuk menarik perhatian.
Pada akhirnya, Pirouette menarik karena 2hollis tampaknya sedang memperluas identitasnya di saat kariernya juga semakin masuk ke ruang arus utama. Setelah star membawa namanya ke panggung festival besar dan tur internasional, album baru ini datang dengan pendekatan yang lebih terkurasi secara visual. Dikutip dari Stereogum, Warhorse menjadi preview ketiga Pirouette setelah Hurt dan Sex, sementara proyek ini disebut sebagai kelanjutan dari perpaduan produksi elektronik, eksperimen underground, dan pop songwriting milik 2hollis. Bahkan sebelum albumnya lengkap, 2hollis sudah berhasil menciptakan satu pertanyaan yang menarik. Seperti apa musik yang akan mengiringi visual gothic karya Amano tersebut? Jawabannya baru akan lengkap ketika Pirouette resmi dirilis pada 11 November 2026 di seluruh layanan streaming digital. Untuk sekarang, 2hollis sudah membuat satu hal jelas. Era barunya ingin terlihat berbeda sejak detik pertama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....