Tinashe Dobrak Label Pop Star Melalui Album Terbaru 'Popstar'

  • 04 Okt 2026 17:41 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Tinashe resmi merilis album terbarunya bertajuk Popstar yang berisi 16 trek, menandai babak baru dalam kariernya yang lebih percaya diri dan independen setelah keluar dari label besar sejak 2019.
  • Tinashe menegaskan bahwa pop star bukanlah sekadar genre, melainkan energi, keberanian mengambil ruang kreatif, serta penguasaan keterampilan lengkap mulai dari bernyanyi, menari, hingga DJing.
  • Selain bernyanyi, Tinashe aktif mendalami dunia DJing dan musik dansa (dance music) sebagai bentuk eksplorasi genre serta dorongan untuk menghadirkan lebih banyak representasi perempuan—khususnya perempuan kulit hitam—di industri tersebut.

RRI.co.id, Manado - Musisi dan penyanyi Tinashe kembali menunjukkan keberaniannya dalam mengeksplorasi batas-batas musik lewat peluncuran album terbarunya yang bertajuk Popstar. Album berisi 16 trek yang dirilis pada 25 September tersebut menjadi representasi dari fase baru perjalanan kariernya yang penuh percaya diri.

Penyanyi berusia 33 tahun yang telah berkarier sejak kecil ini mengungkapkan bahwa Popstar merupakan karya yang lahir dari tingkat kedewasaan dan keteguhan sikapnya saat ini, baik secara personal maupun profesional di industri musik.

Sejak memilih jalur independen dan keluar dari sistem label besar pada 2019, Tinashe terus membangun kebebasan kreatifnya. Kendati album terbarunya diberi judul Popstar, ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terkotak-kotak dalam satu genre musik tertentu. Menurutnya, pengkotakan genre selama ini justru menjadi penghambat utama persepsi publik terhadap karya-karyanya.

"Bagi saya, pop star bukan sekadar label genre. Itu adalah sebuah energi, bentuk perwujudan diri, dan penguasaan atas ruang yang ingin saya ambil di dunia," ujar Tinashe. Ia berharap dapat menantang sudut pandang publik yang sering kali menilai musik pop secara sempit dan terlalu disederhanakan.

Selain vokal dan tarian, Tinashe kini juga aktif mendalami dunia DJing dan musik dansa. Baginya, keterampilan mengolah musik di balik meja DJ menjadi alat tambahan yang memperkaya kapasitasnya sebagai seorang seniman independen, sekaligus menjadi ruang untuk mendorong lebih banyak kehadiran perempuan kulit hitam di industri musik elektronik.

Mengenai dinamika industri musik modern dan media sosial, Tinashe mengaku lebih optimis. Ia memilih untuk menikmati proses berinteraksi dengan penggemar serta menjadikan media sosial sebagai sarana menyampaikan narasi kreatif dari karyanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....