A24 Diam-Diam Membuat Dokumenter Holmes

  • 20 Sep 2026 22:32 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Ada ironi menarik di balik You Can See Everything. Pada Mei 2025, A24 menutup divisi dokumenter internalnya dan memberhentikan lima staf. Dikutip dari TheWrap, keputusan tersebut terjadi ketika pasar dokumenter dinilai semakin sulit menopang sebuah divisi khusus. Namun, di saat yang hampir berlawanan, A24 ternyata sedang membiayai sebuah dokumenter tentang Elizabeth Holmes secara sangat rahasia. Menurut laporan Page Six Hollywood, proyek ini memiliki anggaran hampir 8 juta dolar AS dan bahkan dirahasiakan dari delapan orang yang bekerja di tim dokumenter internal A24. Hanya segelintir orang, termasuk sejumlah pengacara dan eksekutif A24, yang mengetahui proses produksinya. Proyek ini berjalan tanpa kepastian bahwa hasil rekamannya pada akhirnya harus menjadi sebuah film.

Cerita filmnya bermula 34 hari sebelum Elizabeth Holmes masuk penjara. Holmes adalah pendiri Theranos, perusahaan teknologi kesehatan yang pernah menjanjikan kemampuan melakukan berbagai pemeriksaan darah menggunakan sampel dalam jumlah sangat kecil. Setelah perusahaan tersebut runtuh, Holmes dinyatakan bersalah atas penipuan terhadap investor dan mulai menjalani hukuman penjara pada 2023. Dikutip dari Los Angeles Times, Holmes kemudian memberikan akses kepada Nathan Fielder dan Lance Oppenheim untuk merekam kehidupannya bersama pasangannya, Billy Evans. Yang awalnya direncanakan sebagai dokumentasi selama beberapa minggu justru berkembang menjadi proyek selama sekitar tiga tahun. Hasil akhirnya berdurasi 174 menit. Menariknya, Fielder tidak hanya menjadi pengamat dari balik kamera. Ketika situasi yang ia hadapi bersama Holmes dan Evans semakin sulit dipahami secara objektif, dirinya ikut masuk ke dalam film.

Di sinilah You Can See Everything mulai berbeda dari dokumenter biografi biasa. Fielder dikenal melalui Nathan For You, The Rehearsal, dan The Curse, karya-karya yang sering memainkan batas antara kenyataan, performa, dan konstruksi cerita. Dalam film ini, pendekatan tersebut bertemu dengan subjek yang sejak awal memang berkaitan dengan persoalan kepercayaan dan persepsi. Dikutip dari Film at Lincoln Center, Holmes dan Evans membuka kehidupan mereka kepada Fielder dengan harapan perspektif mereka dapat dipahami. Namun, film kemudian berkembang menjadi eksperimen mengenai apakah pembuat dokumenter benar-benar bisa mengetahui kebenaran dari orang yang sedang direkam. Bahkan, ada unsur rekonstruksi dan permainan antara realitas dan performa yang membuat posisi Fielder sebagai pembuat film ikut dipertanyakan.

Rahasia proyek ini akhirnya dibuka di Telluride Film Festival pada 6 September 2026. Penonton yang datang bahkan tidak mengetahui film apa yang akan mereka tonton. Ponsel mereka dimasukkan ke dalam kantong pengaman sebelum pemutaran dan penonton diminta menjaga kerahasiaan film tersebut. Setelah pemutaran selesai, A24 langsung mengumumkan judul, trailer, dan jadwal rilisnya. Dikutip dari A24, You Can See Everything dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 Oktober 2026. Reaksi awal dari sejumlah kritikus juga sangat kuat. Rotten Tomatoes mencatat ulasan positif dari berbagai kritikus setelah pemutaran perdana, sementara pembicaraan mengenai musim penghargaan mulai muncul. Untuk saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jadwal penayangan film tersebut di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....