Mencari Ruang untuk Suara Baru

  • 13 Sep 2026 21:12 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Di Indonesia, punya lagu yang bagus belum tentu berarti punya akses ke panggung yang tepat. Banyak musisi baru masih harus mencari sendiri jalan untuk memperkenalkan karya, bertemu pelaku industri, dan menemukan audiens yang lebih luas. Di titik inilah Authenticity Soundroom mencoba mengambil peran. Program ini hadir sejak 2019 sebagai ruang bagi emerging artists untuk membawa karya mereka keluar dari lingkaran pendengar terdekat. Dikutip dari situs resmi Authenticity, Soundroom memang dirancang untuk membuka kesempatan bagi musisi dari berbagai genre dan latar belakang agar karyanya bisa didengar lebih luas. Perjalanannya juga terus berkembang. Pada 2025, misalnya, Soundroom menerima lebih dari 4.465 submission dan membawa pemenangnya ke panggung The Sounds Project serta Pestapora.

Tahun ini, Soundroom kembali dengan pendekatan yang menarik. Bukan cuma soal siapa yang punya lagu paling catchy, tetapi siapa yang punya karakter dan alasan kuat di balik karyanya. Proses kurasi melibatkan tiga figur dengan sudut pandang berbeda, yaitu Lale dari MALIQ & D’Essentials dan Laleilmanino, Soleh Solihun, serta Basboi. Dikutip dari laman resmi Authenticity, ketiganya mencari musisi yang tidak terdengar seragam, tetapi punya karakter, cerita, dan keberanian untuk menunjukkan identitasnya sendiri. Perspektif mereka juga mewakili tiga sisi yang berbeda dalam musik, mulai dari kesiapan sebagai karya yang bisa berkembang secara industri, kekuatan cerita dan relevansi budaya, sampai keaslian serta relevansi seorang pendatang baru. Jadi, yang dicari bukan sekadar musisi yang terdengar bagus. Ada pertanyaan yang lebih penting, yaitu apakah karya tersebut punya identitas yang cukup kuat untuk dibawa lebih jauh.

Menariknya, jejak Soundroom sudah bisa dilihat dari perjalanan para alumninya. Biru Baru menjadi salah satu contoh yang cukup jelas. Dikutip dari Authenticity, duo tersebut merupakan alumni Soundroom yang terus membangun identitasnya sampai merilis album penuh BIRU BARU pada 2026 dengan 17 lagu. Ada pula nama seperti Sunwich dan mendiang Gusti Irwan Wibowo atau Gustiwiw yang ikut menjadi bagian dari perjalanan program ini. Pengalaman Soundroom juga menunjukkan bahwa kesempatan tampil bisa menjadi pintu menuju panggung yang lebih besar. Pada 2025, tiga pemenang Soundroom, yaitu INIS, Mentari Novel, dan prou., tampil di The Sounds Project 8 setelah melewati proses seleksi dari ribuan submission. Authenticity mencatat bahwa kolaborasi tersebut menerima lebih dari 3.700 submission. Artinya, program seperti ini punya fungsi yang lebih konkret daripada sekadar kompetisi. Ia bisa menjadi jalur pertemuan antara musisi, audiens, festival, dan ekosistem industri.

Untuk 2026, Authenticity Soundroom kembali menunjukkan betapa besarnya jumlah suara baru yang sedang bergerak di musik Indonesia. Submission telah ditutup pada 15 Agustus, dan Top 50 resmi diumumkan pada September. Dikutip dari situs resmi Authenticity, 50 musisi tersebut berasal dari berbagai kota dan genre, mulai dari Jakarta, Bandung, Medan, Samarinda, Magelang, hingga Polewali Mandar. Mereka kini melanjutkan perjalanan menuju kesempatan tampil di Pestapora 2026. Di tengah industri yang semakin ramai, persoalan terbesar bagi musisi baru sering kali bukan sekadar membuat karya. Mereka juga membutuhkan ruang untuk didengar. Soundroom mencoba mengisi celah itu dengan satu gagasan sederhana. Karya yang punya karakter perlu diberi kesempatan untuk bertemu dengan audiens yang tepat. Dan dari 50 nama yang terpilih tahun ini, menarik untuk melihat siapa yang nantinya hanya lewat sebentar, dan siapa yang benar-benar mampu menjadikan kesempatan ini sebagai awal perjalanan yang lebih panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....