Hardcore Unit "Stepforward" yang Tak Pernah Mati di Usia 30
- 06 Sep 2026 21:19 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Tiga puluh tahun untuk sebuah band hardcore bukan sekadar angka. Stepforward membuktikannya lewat EP terbaru Tak Pernah Mati yang dirilis pada 30 Agustus 2026, tepat dengan momentum tiga dekade sejak mereka berdiri di Jakarta pada 1995. Rilisan ini terasa seperti membuka kembali arsip lama, lalu membawanya masuk ke masa sekarang. Tiga lagu baru di dalamnya, Angkara, Tak Pernah Mati, dan Camkan Memarku, merupakan materi yang sebelumnya belum pernah direkam, termasuk materi yang pernah dikerjakan bersama mendiang Ricky Siahaan. Informasi mengenai rilisan tersebut juga dibagikan melalui kanal resmi Stepforward dan kemudian diperkuat oleh dokumentasi Brainwashed Zine. Dalam arsip wawancara mereka, Brainwashed mencatat Stepforward sebagai salah satu unit hardcore penting dari skena Jakarta sejak era 1990-an.
Menariknya, Tak Pernah Mati tidak berhenti pada materi baru. Dua lagu lain, Forever Stand Undivided dan Perempuan, hadir dalam versi rekam ulang dengan aransemen baru. Keduanya menghubungkan rilisan terbaru ini dengan Stories of Undying Hope, album penuh Stepforward yang tercatat dirilis pada 2001. Catatan Brainwashed Zine menyebut album tersebut sebagai satu-satunya album penuh Stepforward dan menjadi bagian penting dari perjalanan mereka setelah Ricky bergabung sebagai gitaris pada 1999. NME juga mencatat bahwa Ricky punya peran besar dalam perkembangan musikal dan profesional Stepforward, termasuk ketika band mulai mendapatkan perhatian lebih luas di skena hardcore. Jadi, EP ini punya struktur yang cukup jelas. Tiga lagu baru melihat ke depan, sementara dua rekaman ulang membuka kembali pintu menuju masa lalu. Keduanya bertemu dalam satu rilisan yang terasa seperti pernyataan bahwa perjalanan Stepforward masih berlanjut.
Namun, ada satu lapisan yang membuat Tak Pernah Mati terasa jauh lebih personal. Ini merupakan rilisan pertama Stepforward setelah Ricky Siahaan meninggal dunia pada April 2025. Ricky bukan personel original ketika Stepforward dibentuk pada 1995, tetapi sejak bergabung pada 1999 ia menjadi bagian penting dari identitas band tersebut. NME mencatat bahwa Ricky bergabung ketika Stepforward mulai serius mengembangkan musikalitas dan produksinya. Dalam pesan yang ditulis Jill van Diest untuk rilisan ini, sang vokalis mengenang Ricky sebagai mastermind di balik Stepforward dan menyampaikan bahwa materi tersebut seharusnya menjadi EP mereka bersama. Ada kesedihan di sana, tetapi Jill juga memilih melihat proses ini sebagai pengalaman belajar bagi seluruh anggota. Pada akhirnya, kehilangan tidak membuat materi tersebut berhenti. Musiknya justru menjadi cara untuk membawa kontribusi Ricky ke bab berikutnya.
Itulah kenapa judul Tak Pernah Mati terasa lebih dari sekadar nama EP. Ia menjadi gagasan yang merangkum cara sebuah band bertahan ketika waktu, personel, dan generasi terus berubah. Saat ini Stepforward berjalan dengan Jill van Diest, Fajar Arifan, Junas Miradiasyah, dan Roma Sophiaan. Jill menjadi satu-satunya anggota yang masih berada di dalam band sejak masa awal 1995. Junas sebelumnya juga pernah menjelaskan kepada VOI bahwa aktivitas Stepforward memang sempat berjalan naik turun karena para personelnya memiliki kesibukan di proyek masing-masing. Kini, tiga dekade kemudian, mereka kembali membawa materi baru sambil mempertahankan hubungan dengan katalog lama. Tak Pernah Mati akhirnya terdengar seperti sebuah kalimat sederhana yang punya konteks panjang. Stepforward tidak sedang mencoba mengulang masa lalu. Mereka sedang menunjukkan bahwa sesuatu yang dibangun sejak 1995 masih bisa menemukan bentuk baru di 2026. EP ini sudah tersedia di berbagai layanan streaming digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....