Bertajuk "Instrumentale", Karaoke Malam yang Menjadi Gigs
- 06 Sep 2026 21:20 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Bayangkan datang ke sebuah acara musik, tetapi hampir semua bunyi yang kamu dengar datang dari instrumen. Tidak ada kebutuhan untuk menghafal lirik. Tidak ada fokus utama pada penyanyi. Yang menjadi pusat perhatian justru gitar, drum, bass, perkusi, dan bagaimana semuanya saling berbicara. Konsep itu akan hadir melalui Instrumentale, sebuah perhelatan musik yang digelar pertama kali di Bandarkopi, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 5 September 2026. Berdasarkan keterangan di laman resmi Ruang Event, Instrumentale dirancang sebagai pengalaman musik instrumental kontemporer yang terinspirasi dari tradisi Instrumentalia Indonesia era 1960-an hingga 1970-an. Basajan, BABON, dan The Panturas menjadi tiga nama utama yang mengisi panggung.
Menariknya, format ini tidak sekadar ingin membawa musik lama kembali ke panggung. Instrumentale mencoba melihat bagaimana warisan musik instrumental Indonesia bisa diterjemahkan ke dalam konteks musik hari ini. BABON, misalnya, memang membangun musiknya dari perpaduan keroncong, dangdut, pengaruh Timur Tengah, hingga afro funk, menurut profil resmi mereka di Bandcamp. Sementara itu, The Panturas dikenal membawa karakter surf rock dengan pengaruh Dick Dale, The Ventures, Eka Sapta, dan The Tielman Brothers. Pada Instrumentale, The Panturas juga dijadwalkan tampil dengan Exclusive Instrumental Set. Artinya, penonton akan mendapatkan kesempatan mendengar karakter musik yang selama ini dikenal lewat lagu-lagu mereka dalam bentuk yang lebih berfokus pada permainan instrumen. Detail mengenai lineup dan konsep pertunjukan tersebut tercantum dalam informasi penyelenggara di Ruang Event serta agenda Pophariini.
Lalu, kenapa acara ini terasa lebih besar daripada sekadar konser? Karena Instrumentale juga membangun pengalaman di luar panggung. Menurut informasi Ruang Event, acara ini membawa konsep immersive dan cultural experience yang menghubungkan musik dengan elemen lain. Pophariini mencatat bahwa Instrumentale hadir dengan gagasan “musik tanpa lirik, tapi tetap punya banyak cerita”. Selain pertunjukan musik, pengunjung juga mendapatkan pameran seni, sesi diskusi Mindful Instrumentalks, serta area market dari Bandar Kopi. Sesi diskusi yang dipandu Mika Tobing dan David Tarigan membahas perjalanan musisi Indonesia menuju pasar internasional, termasuk strategi membangun kolaborasi dan menjangkau pendengar yang lebih luas. Dengan format seperti ini, musik instrumental ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem kreatif yang lebih luas, bukan sekadar tontonan satu malam.
Pada akhirnya, kekuatan Instrumentale justru ada pada keberaniannya mengubah cara kita menikmati pertunjukan musik. Penonton tidak datang untuk bernyanyi bersama lagu yang sudah dikenal. Penonton diajak mendengar lebih detail, memperhatikan ritme, tekstur bunyi, dan interaksi antar pemain. Konsep ini juga punya konteks sejarah yang menarik. Musik instrumental Indonesia pada era 1960-an dan 1970-an pernah menjadi bagian penting dari perkembangan musik populer, dan kini warisan tersebut coba dibaca ulang lewat musisi generasi baru. Instrumentale berlangsung di Bandarkopi, Jakarta Selatan, pada 5 September 2026, dengan jam acara yang tercantum di Ruang Event mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Tiket general pass tercantum seharga Rp95.000 pada laman penyelenggara. Jadi, kalau biasanya karaoke berarti berebut mikrofon, mungkin kali ini saatnya membiarkan gitar dan drum mengambil alih panggung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....