"Club Kid", Akankah Menjadi "Aftersun" Baru?
- 06 Sep 2026 21:22 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Bagaimana kalau film tentang seorang ayah tidak dimulai dari sosok yang sudah siap menjadi ayah? Pertanyaan itu terasa menarik ketika melihat Club Kid, debut penyutradaraan Jordan Firstman yang mempertemukan dunia malam New York dengan cerita tentang fatherhood. Film ini mengikuti Peter, promotor klub yang hidupnya penuh pesta sampai tiba-tiba harus berhadapan dengan Arlo, putranya yang berusia 10 tahun dan selama ini tidak pernah ia ketahui keberadaannya. Sinopsis resmi A24 menyebut kedatangan Arlo membuat gaya hidup Peter yang serba bebas berantakan. Club Kid sebelumnya tayang perdana di Cannes 2026 dalam program Un Certain Regard dan mendapat perhatian besar dari industri. Menurut Variety, A24 kemudian mengamankan hak distribusi global film ini lewat kesepakatan senilai sekitar 17 juta dolar AS setelah persaingan dengan sejumlah distributor lain.
Yang membuat Club Kid menarik adalah cara film ini mendekati maskulinitas dan hubungan ayah-anak. Peter jelas bukan gambaran ayah ideal. Ia tidak punya pengalaman mengasuh anak, kehidupannya berantakan, dan dunia yang ia kenal justru sangat jauh dari kehidupan seorang anak berusia 10 tahun. Namun, trailer memperlihatkan bahwa film ini tidak sekadar menjadikan ketidaksiapan Peter sebagai bahan komedi. Ada ruang untuk melihat bagaimana seorang laki-laki belajar menunjukkan perhatian ketika dirinya sendiri belum memahami bentuk tanggung jawab tersebut. Di sinilah Club Kid berpotensi bersinggungan dengan Aftersun karya Charlotte Wells. Kajian akademik Elena Recio Ruiz dalam SEXTANT melihat Aftersun sebagai film yang membongkar gambaran maskulinitas tunggal melalui sosok Calum, terutama lewat hubungan antara fatherhood, kerentanan, kepedulian, dan pengekangan emosi. Pada Aftersun, penonton perlahan memahami luka seorang ayah yang tidak sanggup menjelaskan semuanya kepada anaknya. Club Kid tampaknya mengambil persoalan yang berbeda, tetapi sama-sama mempertanyakan seperti apa seorang laki-laki ketika peran sebagai ayah bertemu dengan sisi dirinya yang belum selesai.
Trailer Club Kid juga memberi petunjuk bahwa hubungan Peter dan Arlo tidak akan dibangun secara sentimental sepanjang waktu. Ada kekacauan, humor, kehidupan klub, dan situasi absurd yang muncul ketika seorang promotor pesta harus mendadak belajar menjadi ayah. Namun, kemudian muncul momen yang jauh lebih sederhana. Peter dan Arlo menyanyikan versi piano akustik Thoroughfare milik Ethel Cain bersama. Pilihan adegan ini terasa penting karena film memperlihatkan kedekatan mereka melalui aktivitas yang sangat biasa, bukan melalui dialog besar tentang perasaan. A24 sendiri menggunakan Thoroughfare dalam trailer resmi, sementara sejumlah ulasan awal dari Cannes menggambarkan Club Kid sebagai film yang mampu menggabungkan energi liar dunia malam dengan sisi emosional yang tidak terduga. GQ bahkan menempatkannya sebagai salah satu kejutan besar Cannes 2026. Pada titik ini, perbandingan dengan Aftersun terasa masuk akal, tetapi belum tentu tepat. Aftersun bekerja lewat ingatan, jarak emosional, dan kesedihan yang perlahan terbaca. Club Kid tampaknya lebih tertarik melihat proses seseorang yang belajar hadir untuk anaknya di tengah hidup yang belum tertata.
Pertanyaan besarnya kemudian bukan apakah Club Kid benar-benar akan menjadi Aftersun berikutnya. Film itu harus membuktikan sendiri apakah hubungan Peter dan Arlo memiliki kedalaman emosional yang mampu bertahan setelah humor dan kekacauan dunianya mereda. Yang sudah jelas, film ini punya momentum besar. Cannes menjadi titik awalnya, A24 membayar sekitar 17 juta dolar AS untuk hak globalnya, dan trailer pertamanya memperlihatkan pendekatan yang jauh lebih hangat daripada premisnya yang terdengar liar. Jordan Firstman juga mengambil posisi yang sangat personal karena menulis, menyutradarai, sekaligus memerankan Peter. Menurut situs resmi Festival Film Cannes, Club Kid merupakan film panjang pertamanya sebagai sutradara. Film ini turut dibintangi Cara Delevingne, Diego Calva, Kirby Howell-Baptiste dan Reggie Absolom. A24 menetapkan 6 November 2026 sebagai tanggal rilis bioskop di Amerika Serikat. Untuk Indonesia, belum ada pengumuman penayangan yang dapat dikonfirmasi. Jadi, untuk sementara, satu pertanyaan masih menggantung. Mungkinkah sebuah film tentang ayah yang sama sekali tidak siap menjadi ayah justru menghasilkan salah satu kisah fatherhood paling menyentuh tahun ini?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....