Girl EDM Mengubah Wajah Musik Elektronik
- 29 Agt 2026 20:47 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – “There are girls and EDM and there is girl EDM.” Kalimat Ninajirachi itu terasa seperti membuka pintu ke sebuah dunia yang sebenarnya sudah lama tumbuh di internet. Pada 2026, istilah EDM tidak lagi mudah ditempatkan dalam satu kotak. Nostalgia terhadap musik elektronik era 2010-an memang kembali muncul, tetapi generasi baru membawanya dengan karakter yang jauh lebih eksperimental, personal, dan digital. Dalam esai terbaru Polyester Zine yang ditulis Zara Dosanjh, Ninajirachi, underscores, Oklou, MGNA Crrrta, dan Jane Remover disebut sebagai bagian dari gelombang yang sedang membentuk ulang EDM melalui perspektif perempuan, queer, dan non-biner. Menariknya, istilah girl EDM sendiri bukan sekadar label dari luar. Ninajirachi sudah menggunakannya untuk menggambarkan musiknya yang memadukan energi EDM, hard dance, trance, electro-house, glitch, dan estetika internet. Dikutip dari NLV Records, ia menyebut EDM sebagai musik yang membuatnya ingin menjadi produser sejak usia 12 tahun.
Kalau EDM satu dekade lalu identik dengan nama seperti David Guetta, Calvin Harris, Skrillex, atau Marshmello, lanskapnya sekarang terasa jauh lebih berantakan dalam arti yang positif. Produksi tidak lagi harus terdengar seperti formula festival besar. Suara dari gim, internet, hyperpop, bloghouse, trance, hardstyle, hingga budaya fandom dapat masuk ke dalam satu lagu. Ninajirachi menjadi contoh yang jelas. Dikutip dari MusicTech, musiknya terbentuk dari kehidupan yang sangat dekat dengan internet, mulai dari gaming, Reddit, berbagai subkultur digital, hingga dunia fantasi. Album I Love My Computer bahkan mempertemukan pengaruh EDM awal 2010-an dengan hyperpop, trance, hard dance, electro-house, dan musik video game. Jane Remover juga menggunakan pendekatan serupa dengan mengambil elemen dari budaya digital dan suara yang terasa seperti berasal dari ruang internet. Di sini, internet tidak hanya menjadi tempat menemukan musik. Internet menjadi bagian dari bahasa musik itu sendiri.
Perubahan ini juga punya latar belakang yang lebih serius. Dunia electronic music selama bertahun-tahun memang menghadapi ketimpangan gender. Data dari In the Key menunjukkan perempuan dan kelompok gender-ekspansif masih hanya mengambil porsi kecil dalam produksi musik elektronik, sementara lineup DJ di klub dan festival masih banyak didominasi laki-laki. Penelitian Samantha Parsley dan Marjana Johansson yang diterbitkan pada 2025 juga memperlihatkan persoalan tersebut melalui wawancara dengan 57 perempuan yang bekerja sebagai DJ, produser, pemilik label, promotor, hingga pendiri kolektif. Mereka menemukan bahwa banyak perempuan harus melakukan kerja tambahan untuk menghadapi diskriminasi dan membuat ruang kerja mereka lebih aman serta berkelanjutan. Jadi, kebangkitan girl EDM tidak cukup dibaca sebagai tren estetika. Ada perubahan sosial di belakangnya. Semakin banyak produser perempuan dan gender-ekspansif mengambil alih perangkat produksi, membangun komunitas sendiri, dan menentukan sendiri seperti apa musik elektronik yang ingin mereka buat.
Pada akhirnya, girl EDM mungkin lebih tepat dipahami sebagai ruang kreatif daripada genre dengan aturan tertentu. Ada energi rave, suara yang keras, synth yang berlebihan, referensi gim, nostalgia 2010-an, humor internet, hingga sisi feminin yang sengaja ditampilkan tanpa harus meminta legitimasi dari kultur EDM lama. Ninajirachi sendiri menjelaskan girl EDM melalui berbagai referensi yang sangat personal, dari cat ears, furry paws, sci-fi fantasy, Nintendo 3DS, sampai suasana mendengarkan musik sambil menjalani kehidupan sehari-hari. Dikutip dari Polyester Zine, pendekatan seperti ini menunjukkan bagaimana subkultur internet memberi ruang bagi kelompok yang sebelumnya kurang terwakili untuk bereksperimen dan menemukan komunitas. Jadi, ketika nostalgia EDM 2010-an kembali memenuhi lantai dansa, yang muncul bukan sekadar pengulangan masa lalu. Generasi baru sedang mengambil bahan lama, membongkarnya, lalu membuat sesuatu yang terasa jauh lebih bebas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....