DIIV Membuka Era Baru lewat ZIRP!

  • 12 Agt 2026 17:35 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Setelah beberapa minggu lalu menyambangi Jakarta, DIIV kini membawa kabar yang jauh lebih besar. Band asal New York tersebut mengumumkan album studio kelima mereka, ZIRP!, yang dijadwalkan hadir pada 30 Oktober 2026 melalui Fantasy Recordings. Pengumuman ini muncul dengan cara yang cukup nyeleneh. Pekan lalu, sejumlah pendengar menerima nomor hotline melalui pos. Ketika nomor tersebut dihubungi, pesan misterius perlahan mengungkap keberadaan album baru DIIV. Dikutip dari Pitchfork pada 27 Juli 2026, ZIRP! merupakan album lanjutan dari Frog in Boiling Water yang dirilis pada 2024 dan diproduseri oleh A.G. Cook. Kampanye hotline tersebut menjadi cara DIIV membangun rasa penasaran sebelum akhirnya membuka seluruh detail album kepada publik.

Sebagai pintu masuk menuju album baru ini, DIIV merilis The Fountain. Single tersebut memperkenalkan arah baru yang masih berakar pada karakter gitar DIIV, tetapi mendapat sentuhan produksi A.G. Cook yang lebih berani. Kolaborasi ini menarik karena Cook sebelumnya dikenal luas lewat karyanya dalam pop eksperimental dan proyek bersama nama seperti Charli XCX dan Caroline Polachek. Menurut penjelasan Cook yang dikutip Pitchfork, awalnya ia membayangkan keterlibatannya hanya sebatas mengolah ulang demo DIIV. Namun setelah melihat DIIV tampil secara langsung, ia justru terobsesi dengan karakter suara live mereka, terutama gitar dan efeknya. Cook bahkan meminta proses rekaman live drums dilakukan ketika sebagian besar lagu belum selesai. Pendekatan tersebut memberi petunjuk bahwa ZIRP! akan mempertemukan atmosfer shoegaze dan alternative rock DIIV dengan cara produksi yang lebih eksploratif.

Menariknya, nama ZIRP! membawa konteks ekonomi ke dalam dunia musik DIIV. ZIRP merupakan singkatan dari Zero Interest Rate Policy, istilah ekonomi untuk kebijakan ketika bank sentral mempertahankan suku bunga nominal pada tingkat sangat rendah atau mendekati nol. Dikutip dari Interactive Brokers, kebijakan ini digunakan untuk mendorong aktivitas ekonomi dengan membuat biaya pinjaman lebih murah, meningkatkan investasi, dan mendorong konsumsi. DIIV kemudian menggunakan istilah tersebut sebagai pintu masuk untuk membicarakan persoalan yang lebih luas. Album ini melanjutkan perhatian mereka terhadap industri teknologi, budaya streaming, ekonomi digital, dan keretakan sosial. Konteks tersebut juga berkaitan dengan era ZIRP yang sering dibahas dalam perkembangan industri teknologi. Axios, misalnya, mencatat bahwa periode uang murah setelah krisis keuangan global ikut membentuk budaya pendanaan dan pengeluaran besar di Silicon Valley. Jadi, judul album ini bukan sekadar istilah ekonomi yang terdengar teknis. ZIRP menjadi bagian dari cara DIIV membaca kondisi sosial yang membentuk kehidupan modern.

ZIRP! akan berisi 11 lagu. Selain The Fountain, daftar lagunya mencakup When The Glow Came For Us, Trillions, Evangelizer, Underground, hingga Idiot In The Sky sebagai penutup. Album ini sekaligus menjadi kelanjutan langsung dari Frog in Boiling Water, tetapi dengan proses kreatif yang tampaknya lebih berorientasi pada energi live dan eksplorasi suara. Dikutip dari Pitchfork, DIIV menyebut ZIRP! sebagai bagian dari arah baru mereka, sementara A.G. Cook melihat proyek ini sebagai babak baru bagi band tersebut. Setelah perjalanan DIIV dari Oshin, Deceiver, Is the Is Are, hingga Frog in Boiling Water, ZIRP! datang dengan pertanyaan yang lebih besar. Ketika teknologi, ekonomi, dan budaya digital terus mengubah cara manusia hidup dan mendengar musik, seperti apa suara yang lahir dari kondisi tersebut? Jawabannya mulai terdengar lewat The Fountain. Sisanya baru akan terbuka ketika ZIRP! tiba pada 30 Oktober 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....