Polka Wars Kembali setelah Empat Tahun

  • 12 Agt 2026 17:35 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Ada kabar yang mungkin terasa seperti menemukan kembali lagu lama yang pernah menemani hari-hari sulit. Polka Wars akhirnya keluar dari masa “mati suri” setelah sekitar empat tahun berhenti dari aktivitas bermusik. Momen kembalinya band ini ditandai dengan lagu baru berjudul “Terbentur”, yang diperkenalkan di Kios Ojo Keos. Judul tersebut mengambil gagasan dari ungkapan Tan Malaka, “Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk.” Ungkapan itu memang kerap dikaitkan dengan Tan Malaka dan tercatat digunakan dalam berbagai pembahasan mengenai pemikiran serta karya Madilog. Salah satu pembahasan tentang Madilog yang diterbitkan Islam Bergerak juga mencantumkan kalimat tersebut sebagai bagian dari gagasan Tan Malaka. Bagi Polka Wars, frasa itu terasa pas untuk menggambarkan perjalanan mereka. Ada jeda, ada benturan, lalu ada alasan untuk kembali terbentuk.

Kembalinya Polka Wars ternyata tidak muncul begitu saja. Titik pentingnya terjadi ketika mereka memutuskan tampil di Synchronize Fest 2025. Berdasarkan catatan setlist Polka Wars di Setlist.fm, mereka tampil pada 4 Oktober 2025 dan membawakan sejumlah lagu yang sudah dikenal pendengar, termasuk “Fatamorgana”, “Avatar”, “Suar”, “Alkisah”, “Mapan”, “Mandiri”, “Mokele”, dan “Rangkum”. Respons hangat setelah penampilan tersebut kemudian menjadi dorongan bagi mereka untuk kembali menulis. Vokalis Polka Wars, Kadjie, menyampaikan melalui pernyataan yang dikutip dalam materi yang dibagikan band bahwa, “Walau langit runtuh, segalanya dapat dibangun ulang selama semangat masih utuh.” Kalimat tersebut cukup menggambarkan posisi Polka Wars sekarang. Mereka tidak mencoba menghapus masa jeda empat tahun. Mereka justru menjadikannya bagian dari perjalanan menuju fase berikutnya.

Secara musikal, “Terbentur” juga tidak datang dengan misi untuk mengubah identitas Polka Wars secara drastis. Dari informasi yang dibagikan mengenai rilisan ini, pendekatan mereka masih berangkat dari karakter yang selama ini dikenal pendengar. Perbedaannya terasa pada arah penulisan yang lebih straightforward dan permainan musik yang lebih anthemic. Pilihan tersebut menarik karena comeback setelah jeda panjang sering kali dibebani ekspektasi untuk menghadirkan sesuatu yang benar-benar berbeda. Polka Wars justru mengambil jalan lain. Mereka mempertahankan fondasi yang sudah dikenal, lalu mengembangkan energinya untuk kebutuhan sekarang. Lagu baru ini menjadi semacam pernyataan bahwa kembali bermusik tidak selalu berarti harus memulai semuanya dari nol. Kadang, yang dibutuhkan adalah melihat kembali apa yang sudah dibangun dan menemukan cara baru untuk melanjutkannya.

Setelah lagu dirilis ke berbagai layanan streaming digital, babak berikutnya datang melalui panggung. Polka Wars tampil di The Sounds Project 2026 pada 7 sampai 9 Agustus 2026 di Allianz Ecopark Ancol, Jakarta, bersama sejumlah nama seperti Jet, Pamungkas, Barasuara, Lomba Sihir, Perunggu, The Panturas, dan musisi lainnya. Situs resmi The Sounds Project juga mencantumkan Polka Wars dalam daftar pengisi acara 2026. Dengan begitu, “Terbentur” tidak berhenti sebagai rilisan comeback. Lagu ini menjadi pintu masuk menuju aktivitas panggung Polka Wars setelah jeda panjang. Empat tahun mungkin terasa lama bagi pendengar, tetapi perjalanan band ini menunjukkan satu hal yang sederhana. Sebuah band bisa berhenti sejenak, kehilangan arah, lalu menemukan alasan untuk bermain lagi. Kali ini Polka Wars memilih kembali dengan lagu yang judulnya sendiri sudah menjelaskan proses tersebut. Terbentur, lalu terbentuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....