Reality Awaits Tandai Kembalinya The Strokes
- 08 Agt 2026 21:34 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Enam tahun setelah merilis The New Abnormal yang memenangkan Grammy untuk kategori Best Rock Album, The Strokes akhirnya kembali dengan album studio ketujuh berjudul Reality Awaits. Album ini resmi dirilis pada 24 Juli 2026 melalui Cult Records dan RCA Records, sekaligus menjadi penanda berakhirnya penantian panjang para penggemar. Dikutip dari pengumuman resmi Sony Music dan toko resmi The Strokes, Reality Awaits diproduseri kembali oleh Rick Rubin, sosok yang juga berada di balik kesuksesan album mereka pada 2020. Proses rekamannya dimulai di Kosta Rika sebelum berlanjut ke beberapa lokasi lain di dunia, memperlihatkan pendekatan kreatif yang lebih bebas dibanding proyek sebelumnya.
Sebelum album dirilis, dua lagu sudah lebih dulu membangun antusiasme penggemar. Going Shopping hadir dengan video musik yang menampilkan aktor Walton Goggins dan dipenuhi referensi visual sebagai penghormatan kepada video klip klasik Paul Simon, You Can Call Me Al. Sementara itu, Falling Out of Love lebih dulu diperkenalkan lewat penampilan langsung di The Late Show with Stephen Colbert pada Mei lalu, yang menjadi salah satu penampilan musik terakhir dalam sejarah acara tersebut. Menurut Pitchfork, kedua lagu ini menunjukkan sisi baru The Strokes yang tetap mempertahankan karakter gitar khas mereka, tetapi dipadukan dengan eksplorasi vokal Julian Casablancas yang semakin eksperimental.
Pengumuman album juga dibarengi perilisan film pendek berjudul In Transit: Part II garapan Johann Rashid. Film ini mendokumentasikan proses kreatif dan perjalanan rekaman Reality Awaits, sekaligus menjadi kelanjutan dari dokumenter In Transit yang dirilis pada 2004. Melalui proyek tersebut, penggemar diajak melihat dinamika di balik layar yang selama ini jarang diperlihatkan The Strokes. Dikutip dari pengumuman resmi Sony Music, setelah album dirilis band ini juga bersiap menjalani tur besar, termasuk konser utama di Flushing Meadows Corona Park, New York, yang menjadi penampilan headliner mereka di kota asal setelah bertahun tahun. Mereka akan berbagi panggung dengan Beach House, TV on the Radio, dan Fcukers sebelum melanjutkan tur ke London, Paris, Amsterdam, hingga Seattle.
Kehadiran Reality Awaits langsung memunculkan banyak pembahasan di kalangan kritikus maupun penggemar. The Guardian menyebut album ini sebagai karya paling segar The Strokes dalam beberapa tahun terakhir karena berhasil memadukan identitas rock klasik mereka dengan sisi eksperimental Julian Casablancas. Di sisi lain, Le Monde menilai penggunaan Auto Tune yang cukup dominan menjadi elemen yang memecah pendapat pendengar. Perbedaan respons tersebut justru menunjukkan bahwa Reality Awaits bukan album yang bermain aman. Setelah enam tahun vakum, The Strokes memilih kembali dengan suara yang berani bereksperimen, sekaligus membuktikan bahwa mereka masih ingin bergerak maju, bukan sekadar mengulang nostalgia yang pernah membawa nama mereka menjadi salah satu ikon rock awal tahun 2000-an.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....