Rumitnya Halftime Show Piala Dunia 2026, Sutradara Buka Suara

  • 21 Jul 2026 21:00 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Sutradara Hamish Hamilton menyebut Halftime Show Piala Dunia 2026 jauh lebih rumit daripada puluhan Super Bowl yang pernah ia garap karena faktor rumput alami lapangan dan pencahayaan matahari langsung.
  • Konser kilat 11 menit tersebut sukses memadukan nama besar seperti Madonna, BTS, Shakira, hingga orkestra pimpinan Gustavo Dudamel tanpa adanya gangguan teknis.
  • Di balik kesuksesannya, Hamilton mengakui adanya tekanan berat dari penolakan keras fans global yang menilai pertunjukan musik ini merusak sakralitas tradisi sepak bola.

RRI.co.id, Manado - Gelaran pertama Halftime Show dalam sejarah Final Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium pada Minggu, 19 Juli 2026, sukses mencuri perhatian dunia. Namun, di balik kemegahan panggung megabintang tersebut, tersimpan ketegangan logistik dan tekanan psikologis yang luar biasa.

Sutradara kenamaan sekaligus co-founder rumah produksi Done + Dusted, Hamish Hamilton, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan salah satu tantangan paling berat sepanjang kariernya. Padahal, Hamilton bukanlah orang baru di dunia penyiaran berskala masif; ia tercatat pernah mengomandoi belasan laga Super Bowl, pembukaan Olimpiade London 2012, hingga malam puncak Oscars dan Grammy.

"Banyak (tekanan) karena ini adalah yang pertama. Bersama dengan Olimpiade, proyek ini berada di level kesulitan paling atas," ujar Hamilton dalam wawancara eksklusif pasca-pertandingan bersama jurnalis Ethan Millman dari The Hollywood Reporter, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Hamilton, perbedaan terbesar antara Piala Dunia dan NFL (Super Bowl) terletak pada kematangan sistem. Jika NFL sudah memiliki regulasi pertunjukan jeda yang sangat teruji, laga final Piala Dunia kali ini justru dipenuhi banyak ketidakpastian teknis.

Hamilton dihadapkan pada dua batasan produksi yang krusial: pencahayaan matahari yang terik dan sensitivitas permukaan lapangan. Berbeda dengan stadion NFL yang menggunakan rumput artifisial, laga final Piala Dunia wajib menggunakan rumput alami.

"Kami melakukannya di bawah cahaya siang hari, kami menghadapi rumput alami, dan ada kumpulan megabintang. Ini sangat mengerikan karena banyak hal yang bisa salah," kata Hamilton kepada The Hollywood Reporter. Sensitivitas rumput alami tersebut membatasi desain panggung hingga jenis kamera yang boleh dibawa ke lapangan agar tidak merusak area tanding babak kedua.

Meski begitu, kerja keras berbulan-bulan tim produksi terbayar lunas. Dikuratori oleh Chris Martin (Coldplay) bersama Global Citizen, pertunjukan 11 menit tersebut sukses menyajikan aksi panggung Madonna, BTS, Justin Bieber, Shakira, Burna Boy, hingga orkestra pimpinan konduktor Gustavo Dudamel tanpa kendala teknis.

Selain persoalan teknis di lapangan, Hamilton memaparkan bahwa timnya menghadapi gelombang skeptisisme yang masif dari para pencinta sepak bola di luar Amerika Serikat. Sejumlah media dan musisi internasional bahkan sempat melempar kritik tajam.

Media Inggris The Guardian sempat menyebutnya sebagai "pertunjukan jeda waktu yang tidak pernah diminta oleh siapa pun" , sementara vokalis The Cure, Robert Smith, menyuarakan penolakan kerasnya di media sosial menjelang laga.

Sebagai warga Inggris dan pendukung setia klub Arsenal F.C., Hamilton mengaku sangat memahami kekhawatiran tersebut. Ia menyadari adanya ketakutan akan "Amerikanisasi" dalam olahraga sepak bola yang biasanya hanya memiliki waktu jeda 15 menit.

"Di luar Amerika, seperti di Eropa dan Inggris, saya melihat orang-orang berkata, ‘Kami tidak ingin pertunjukan jeda Anda.’ Saya sangat sadar akan adanya resistensi itu, termasuk risiko mengganggu babak kedua jika rumput rusak. Itu adalah tekanan yang berat," akunya jujur.

Kendati menuai pro dan kontra, Hamilton merasa lega pertunjukan perdana ini berjalan mulus. Ketika ditanya mengenai masa depan konsep ini, ia optimistis agenda hiburan tersebut layak dipertahankan pada edisi Piala Dunia mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....