The Jesus and Mary Chain Konser ke Indonesia
- 12 Jul 2026 22:04 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Salah satu nama paling berpengaruh dalam sejarah musik alternatif akhirnya dipastikan akan tampil untuk pertama kalinya di Indonesia. The Jesus and Mary Chain dijadwalkan menggelar dua konser pada November 2026, masing masing di Black Sand Brewery, Bali pada 26 November dan Bali United Studio, Jakarta pada 27 November. Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram noisewhore dan Junks in Your Town yang menjadi penyelenggara, lalu langsung memicu antusiasme besar di kalangan pencinta musik independen. Banyak penggemar menyebut kedatangan band asal Skotlandia ini sebagai momen yang sudah ditunggu selama puluhan tahun. Dalam siaran pers yang dibagikan Black Sand Brewery, mereka bahkan menyebut The Jesus and Mary Chain sebagai salah satu nama yang telah lama masuk daftar impian untuk didatangkan ke Indonesia.
The Jesus and Mary Chain bukan sekadar band lawas yang kembali melakukan tur. Dikutip dari profil resmi band dan berbagai wawancara mereka bersama NME serta BBC, grup yang dibentuk oleh kakak beradik Jim Reid dan William Reid pada 1983 ini dikenal sebagai pelopor perpaduan noise rock, shoegaze, dan alternative rock. Album debut mereka, Psychocandy yang dirilis pada 1985, hingga kini masih dianggap sebagai salah satu album paling berpengaruh dalam sejarah musik independen. Suara gitar penuh distorsi yang dipadukan dengan melodi pop sederhana kemudian menjadi cetak biru bagi banyak musisi setelahnya. Pengaruh mereka terasa pada band seperti My Bloody Valentine, Slowdive, Ride, hingga generasi yang lebih baru seperti DIIV, The Pains of Being Pure at Heart, dan sejumlah grup indie modern. Tidak heran jika banyak orang menyebut mereka sebagai "band favorit dari musisi favoritmu."
Konser di Indonesia juga memiliki arti khusus dalam rangkaian tur mereka tahun ini. Berdasarkan informasi dari penyelenggara, pertunjukan di Bali dan Jakarta menjadi penampilan eksklusif The Jesus and Mary Chain di Asia Tenggara setelah sebelumnya mereka tampil di Singapura pada April 2026. Artinya, Indonesia menjadi satu satunya negara di kawasan yang memperoleh dua jadwal konser sekaligus dalam tur tersebut. Kehadiran noisewhore, Junks in Your Town, dan Black Sand Brewery juga menunjukkan bagaimana kolektif independen terus mengambil peran penting menghadirkan musisi internasional yang memiliki nilai historis besar bagi perkembangan musik alternatif, meski berada di luar jalur promotor konser arus utama.
Lebih dari sekadar nostalgia, konser ini menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan langsung band yang membentuk arah musik alternatif selama lebih dari empat dekade. Bagi sebagian penonton muda, nama The Jesus and Mary Chain mungkin baru dikenal melalui rekomendasi musisi favorit mereka. Namun bagi generasi yang tumbuh bersama Psychocandy, Darklands, atau Automatic, konser ini adalah kesempatan yang selama ini hanya menjadi angan angan. Penjualan tiket telah dibuka dari 28 Juni 2026 melalui kanal resmi penyelenggara. Jika melihat respons yang membanjiri unggahan noisewhore dan Junks in Your Town, dua malam konser ini berpotensi menjadi salah satu agenda musik independen paling bersejarah di Indonesia pada 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....