CHO CO PA CO Siap Guncang Joyland

  • 12 Jul 2026 21:50 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Pengumuman fase pertama Joyland Sessions 2026 menghadirkan satu nama yang mungkin masih terdengar asing bagi banyak penikmat musik di Indonesia, tetapi justru menjadi salah satu penampil yang paling menarik untuk dinantikan, yaitu CHO CO PA CO CHO CO QUIN QUIN. Di tengah deretan nama besar seperti Slowdive dan Efek Rumah Kaca, trio asal Jepang ini membawa pendekatan yang berbeda. Nama mereka diambil dari salah satu pola ritme dasar musik rakyat Kuba, sebuah petunjuk kecil tentang bagaimana musik mereka lahir dari percampuran budaya. Dikutip dari profil resmi band dan berbagai wawancara mereka, grup ini terbentuk ketika tiga sahabat masa kecil kembali dekat selama pandemi. Dari proyek iseng yang direkam di rumah dan dipromosikan lewat video TikTok sederhana, mereka berkembang menjadi salah satu nama baru paling diperbincangkan di skena musik alternatif Jepang.

Keunikan CHO CO PA CO CHO CO QUIN QUIN bukan hanya terdengar dari musiknya, tetapi juga terlihat dari cara mereka berkarya. Sebagian besar lagu dan video musik mereka dibuat dengan pendekatan yang sederhana, menggunakan kamera digital biasa dan produksi rumahan. Keterbatasan saat pandemi justru menjadi ruang eksplorasi. Ketika perjalanan ke berbagai negara tidak memungkinkan, mereka "berkeliling dunia" melalui musik. Irama Afro Kuba, warna musik Amerika Latin, nuansa Timur Tengah, hingga sentuhan elektronik yang mengingatkan pada Aphex Twin dan Daft Punk dilebur menjadi identitas baru yang sulit dimasukkan ke dalam satu genre. Dikutip dari deskripsi penampilan mereka di Tiny Desk Concerts Japan oleh NHK World Japan, trio ini dikenal karena mengolah musik tradisional dari berbagai belahan dunia menjadi pop modern yang melintasi batas budaya dan negara.

Perjalanan mereka juga menunjukkan perkembangan yang konsisten. Setelah tampil di Asagiri Jam pada 2023 dan berbagai festival di Jepang, CHO CO PA CO CHO CO QUIN QUIN mendapat sorotan internasional lewat Tiny Desk Concerts Japan yang diproduksi NHK. Dalam penampilan tersebut mereka bahkan berkolaborasi dengan pemain tabla U zhaan, musisi asal Ghana Nii Tete Boye, serta penyanyi Amami, Hajime Chitose. Konsep yang mereka usung terasa seperti perjalanan musik lintas benua dalam satu panggung. NHK menggambarkan pertunjukan itu sebagai "world festival" yang mempertemukan berbagai tradisi musik dalam format konser yang intim. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan utama trio ini bukan sekadar memainkan lagu, tetapi membangun pengalaman musikal yang penuh rasa ingin tahu.

Kehadiran CHO CO PA CO CHO CO QUIN QUIN di Joyland Sessions 2026 menjadi pengingat bahwa festival musik tidak selalu tentang mengejar musisi yang sudah akrab di telinga. Justru festival adalah tempat terbaik untuk menemukan suara baru yang tidak selalu muncul di linimasa atau rekomendasi algoritma. Di era ketika kebiasaan mendengarkan musik semakin dipengaruhi platform digital, pengalaman menyaksikan penampil yang belum dikenal bisa menjadi kejutan paling berkesan. Itulah mengapa nama CHO CO PA CO CHO CO QUIN QUIN layak masuk daftar penampilan yang tidak boleh dilewatkan. Mereka bukan sekadar band pendatang baru dari Jepang, tetapi contoh bagaimana kreativitas, rasa ingin tahu, dan keberanian mencampurkan berbagai budaya dapat melahirkan warna musik yang benar benar segar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....