Internet Jadi Studio Baru Hollywood

  • 06 Jul 2026 17:11 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Selama bertahun-tahun, Hollywood identik dengan anggaran besar, nama terkenal, dan waralaba yang sudah memiliki jutaan penggemar. Namun, pola itu mulai bergeser setelah Backrooms menjadi fenomena baru di industri perfilman. Film produksi A24 tersebut mencatat pembukaan akhir pekan terbesar dalam sejarah studio dan berhasil meraih pendapatan global lebih dari US$330 juta dengan biaya produksi sekitar US$10 juta. Dikutip dari WIRED, Interview Magazine, dan berbagai wawancara Kane Parsons, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa ide yang lahir dari internet dapat berkembang menjadi film layar lebar yang mampu bersaing dengan produksi berskala besar. Bagi banyak pelaku industri, kesuksesan Backrooms bukan sekadar soal angka box office, tetapi juga tentang perubahan cara mencari cerita yang mampu membangun komunitas penonton.

Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah asal usul Backrooms sendiri. Semuanya berawal dari sebuah foto ruang kosong bernuansa kuning yang beredar di forum 4chan pada 2019 dan berkembang menjadi internet lore melalui ribuan unggahan dari komunitas daring. Dunia misterius itu kemudian menarik perhatian Kane Parsons, kreator muda yang dikenal lewat kanal YouTube Kane Pixels. Saat masih remaja, ia mengembangkan konsep tersebut menjadi serial pendek bergaya analog horror yang ditonton puluhan juta kali. Dikutip dari Vanity Fair, Esquire, dan Complex, konsistensi Parsons dalam membangun mitologi Backrooms membuat A24 mempercayainya menyutradarai adaptasi layar lebar. Langkah tersebut menunjukkan bahwa kreativitas yang tumbuh dari komunitas internet kini memiliki peluang yang sama besarnya dengan ide yang lahir dari sistem studio tradisional.

Dampaknya mulai terasa di balik layar Hollywood. Beberapa pelaku industri mengungkapkan bahwa tim kreatif kini semakin aktif memantau forum diskusi seperti Reddit untuk menemukan cerita pendek, creepypasta, maupun komunitas penggemar yang memiliki potensi diadaptasi menjadi film. Perubahan ini sebenarnya bukan muncul tanpa sejarah. Sebelumnya, A24 pernah mengadaptasi kisah viral dari media sosial menjadi film Zola, sementara Dream Scenario mengambil inspirasi dari fenomena internet dan budaya creepypasta. Namun, Backrooms menjadi contoh paling nyata bahwa cerita yang tumbuh secara organik di internet mampu menghasilkan kesuksesan komersial dalam skala global. Dikutip dari diskusi para produser dan analis industri yang dimuat oleh WIRED serta berbagai wawancara bersama tim kreatif A24, perhatian kini tidak lagi hanya tertuju pada novel atau komik, tetapi juga pada komunitas digital yang mampu menjaga sebuah cerita tetap hidup selama bertahun-tahun.

Keberhasilan Backrooms membuka kemungkinan baru tentang masa depan industri film. Studio kini melihat bahwa komunitas internet bukan hanya kumpulan penonton, tetapi juga tempat lahirnya ide, karakter, dan dunia fiksi yang telah memiliki basis penggemar sebelum memasuki bioskop. Meski demikian, tantangan tetap ada. Cerita internet yang berhasil di media sosial belum tentu efektif ketika dipindahkan ke layar lebar. Dikutip dari wawancara Kane Parsons dan para produser film, faktor yang membuat Backrooms berhasil bukan semata karena popularitas meme, melainkan karena visi kreatif yang tetap dipertahankan saat beralih ke format film. Jika pendekatan seperti ini terus berkembang, masa depan Hollywood mungkin tidak lagi hanya ditentukan oleh ruang rapat studio, tetapi juga oleh kreativitas yang lahir dari komunitas internet di seluruh dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....