Dua Puluh Enam Tahun Berkarya Andien Comeback Mixetape Yang Manis

  • 30 Jun 2026 17:37 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Di tahun ke-26 eksistensinya di dunia musik Indonesia, ternyata semangat Andien dalam berkarya tak kunjung pudar. Dirilis ke platform-platform digital pada 26 Juni 2026, Sehidup Semusik adalah album studio kesembilan yang juga merangkum perjalanan musikal penyanyi asal Jakarta tersebut dengan menawarkan 13 lagu baru yang sarat akan nostalgia sekaligus

eksplorasi.

Apa itu Sehidup Semusik? Menurut Andien, “Kata-kata Sehidup Semusik itu menggambarkan bahwa musik itu berperan penting dalam kehidupan: kalimat, nada, irama, dinamika, dan cara penyampaian yang sama, berkomunikasi dengan bahasa yang serupa.”Inspirasi di balik musik yang terdapat di Sehidup Semusik adalah mixtape. Pendengar musik masa kini lebih familier dengan playlist atau daftar putar di layanan musik digital, tapi Andien tumbuh di era menyampaikan isi hati kepada orang spesial dengan cara mengisi kaset atau CD kosong dengan lagu-lagu favorit.

“Ini merujuk ke waktu aku SMA, di mana kalau suka orang maka kita akan kasih mixtape ke mereka. Bisa dibilang ini album yang paling suka-suka gue, karena apa yang aku suka dituangkan ke dalamnya,” kata Andien. “Itu juga kenapa setiap lagu punya nuansa yang berbeda-beda tapi semuanya bisa mewakilkan perasaanku. Makanya produsernya juga beda-beda,” tambah Andien.

Sementara itu, para kolaborator yang baru di semesta musik Andien adalah Kenny Gabriel yang membawa suasana synth pop di “Cosmic Romantic”; tim S/EEK yang memoles “Ujung-ujungnya Kamu” yang ditulis Clara Riva; dan Kareem Soenharjo yang mendapat kepercayaan menebar sihir produksi elektroniknya ke tiga lagu, yakni “Mata Ketiga”, “Intro” dan “Nonchalant”. Dua lagu yang disebut

terakhir itu juga terasa spesial karena menampilkan tiga sosok kesayangan Andien, yakni kedua putranya Kawa dan Tabi serta sang suami Irfan Wahyudi.

Nuansa tiap lagu di Sehidup Semusik pun berbeda dalam menggambarkan cinta di berbagai fasenya. Kalau “Naksir”, “Cosmic Romantic” dan “Jatuh Pelan” menangkap berdebarnya jatuh hati, maka “Manusia Favorit”, “Ujung-ujungnya Kamu” dan “Jika Nanti Kita Lupa” adalah potret ketenangan karena masih berada di pelukan yang tepat.

Walau semua lagu memiliki warna dan cerita sendiri, benang merahnya tetap suara Andien yang kian matang dan mudah beradaptasi sebagaimana layaknya seorang penyanyi yang sampai sekarang masih berani bereksplorasi sehingga terdengar nyaman baik ketika diiringi orkestra seperti di konser perayaan 25 tahun kariernya maupun saat tampil di pesta dansa bersama Diskoria.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Dengan masa penggarapan Sehidup Semusik selama dua tahun di mana Andien punya keterlibatan terbesar dalam prosesnya dibanding album-album sebelumnya, maka tak heran jika ia sangat bangga dengan album kesembilannya ini. Masih bisa berkarya dengan penuh eksplorasi di sela-sela kesibukan sebagai ibu, istri, pengusaha, juri kompetisi nyanyi di televisi dan masih banyak aktivitas lainnya

adalah sebuah prestasi tersendiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....