Rumah yang Menjadi Reality Club
- 21 Jun 2026 22:15 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Sebelum dikenal sebagai salah satu nama paling berpengaruh di musik independen Indonesia, Reality Club memulai semuanya dari tempat yang sangat sederhana, yaitu rumah. Di ruang yang sama tempat mereka menulis lagu, merekam demo, dan menghabiskan waktu bersama sebagai keluarga, fondasi Reality Club perlahan terbentuk. Kini, menjelang satu dekade perjalanan mereka, band yang digawangi Faiz Novascotia Saripudin, Fathia Izzati, Era Patigo, dan Mayo tersebut mengajak pendengar untuk kembali ke titik awal itu melalui konser spesial bertajuk (10) Years of Reality Club – Live in Jakarta. Seperti yang disampaikan Faiz dalam pernyataan resmi yang dibagikan melalui kanal Reality Club, konsep utama konser ini adalah mengundang publik untuk masuk ke "rumah" mereka, tempat di mana seluruh cerita tersebut dimulai.
Gagasan rumah kemudian diterjemahkan menjadi pengalaman yang lebih dari sekadar pertunjukan musik. Ruang yang selama ini menjadi simbol kehangatan, kreativitas, dan kebersamaan akan hadir melalui tata panggung, visual, pencahayaan, hingga area pameran yang menampilkan arsip perjalanan Reality Club selama sepuluh tahun terakhir. Dikutip dari informasi resmi konser yang dibagikan melalui akun media sosial Reality Club dan situs perayaan 10 tahun mereka, pengunjung akan menemukan berbagai memorabilia yang merekam fase perkembangan band ini, mulai dari masa awal hingga menjadi salah satu grup independen Indonesia dengan pendengar global. Pendekatan tersebut terasa relevan karena perjalanan Reality Club memang selalu dibangun melalui kedekatan dengan para pendengarnya, baik lewat musik maupun cerita yang tumbuh di sekitarnya.
Perayaan ini juga dirancang sebagai perjalanan musikal yang lengkap. Dalam dua set pertunjukan khusus, Reality Club akan membawakan album terbaru mereka, Who Knows Where Life Will Take You?, secara penuh pada bagian pertama konser. Album yang mendapat perhatian luas sejak perilisannya itu bahkan berhasil membawa Reality Club meraih pengakuan internasional, termasuk kemenangan kategori Best Asian Band pada ajang NME Awards 2024 menurut keterangan resmi dari NME. Setelah itu, penonton akan diajak menyusuri katalog musik mereka dari album pertama hingga album ketiga. Format ini membuat konser tidak hanya menjadi perayaan satu album atau satu era, tetapi juga menjadi refleksi atas bagaimana identitas musikal Reality Club berkembang selama satu dekade.
Atmosfer perayaan tersebut akan semakin lengkap dengan keterlibatan sejumlah kolaborator yang memiliki peran penting dalam memperluas warna musik Reality Club. Pemain seruling Aji Widyadhana, Kancatala Ensemble, aransemen string dari Chicha Adzhari, hingga penampilan Lomba Sihir dan Bilal Indrajaya akan menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan bagaimana Reality Club tidak pernah tumbuh sendirian, melainkan bersama ekosistem kreatif yang terus berkembang di sekitarnya. Setelah sepuluh tahun perjalanan yang dimulai dari sebuah rumah, konser ini terasa seperti ruang reuni besar antara band dan para pendengarnya. Sebuah perayaan yang bukan hanya melihat ke belakang, tetapi juga menjadi penanda bahwa perjalanan Reality Club masih terus bergerak ke babak berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....