Grrrl Gang Menembus Gelombang KEXP

  • 13 Jun 2026 22:34 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Ada kalanya sebuah pencapaian terasa lebih besar karena lahir dari perjalanan panjang yang dijalani secara mandiri. Itulah yang terasa ketika Grrrl Gang mengumumkan bahwa sesi live mereka di KEXP kini sudah dapat disaksikan publik. Kalimat pembuka khas KEXP, “It’s live on KEXP, we’re on at 90.3 FM in Seattle, 92.7 in the Bay Area”, bukan sekadar pengantar acara, melainkan simbol bahwa musik mereka kini ikut mengudara melalui salah satu institusi musik independen paling berpengaruh di dunia. Berdasarkan arsip resmi KEXP, sesi tersebut tayang dalam program Live on KEXP yang selama bertahun-tahun menjadi panggung bagi musisi independen dari berbagai negara untuk memperkenalkan karya mereka kepada audiens global.

Penampilan ini menjadi bagian dari rangkaian tur Amerika Utara bertajuk Clocking In at the End of the World yang mereka jalani sepanjang Maret 2026. Formasi yang tampil pun lengkap. Angeeta Sentana di vokal dan gitar, Akbar Rumandung pada bass, Edo Alventa pada gitar, serta Ricky Wijanarko di belakang drum. Dalam sesi tersebut mereka membawakan lima lagu yang merepresentasikan berbagai fase perjalanan musikal Grrrl Gang. Mulai dari A Fight Breaks Out At A Karaoke Bar dan Blue-Stained Lips dari album Spunky!, hingga You & Me dan Lapdog dari maxi-single terbaru Online 24/7, lalu ditutup dengan Honey, Baby yang menjadi salah satu lagu penting dalam katalog mereka. Kehadiran lagu-lagu dari berbagai periode ini terasa seperti ringkasan perjalanan sebuah band yang tumbuh dari skena independen Yogyakarta menuju panggung internasional.

Yang membuat penampilan ini semakin menarik adalah konteks karya yang mereka bawa. Dikutip dari halaman resmi Bandcamp milik Grrrl Gang, maxi-single Online 24/7 dirancang sebagai refleksi atas kehidupan modern yang terpecah antara dunia digital dan dunia nyata. Tiga lagu di dalamnya membahas tema yang berbeda namun saling terhubung. O, My Love berbicara tentang femisida dan kekerasan terhadap perempuan. Lapdog mengkritik kepatuhan yang dilakukan demi kenyamanan pribadi. Sementara You & Me menghadirkan ruang intim sebagai bentuk perlawanan terhadap dunia yang semakin bising. Dalam pernyataan yang juga dipublikasikan berbagai kanal internasional independen, Angee menyebut rilisan ini lahir dari rasa bingung, marah, dan rindu yang muncul ketika kehidupan sehari-hari semakin sulit dipisahkan dari ruang daring.

Bagi Grrrl Gang, tampil di KEXP bukan hanya soal tampil di depan kamera atau mengisi sesi radio. KEXP selama ini dikenal sebagai radio non-komersial berbasis di Seattle yang secara konsisten menyoroti musisi independen dan alternatif dari berbagai penjuru dunia. Melalui program seperti Eastern Echoes, KEXP juga secara khusus memberi ruang bagi musisi Asia dan diaspora Asia yang sedang membentuk masa depan musik mereka sendiri. Karena itu, kemunculan Grrrl Gang di sana terasa seperti penegasan bahwa karya dari skena independen Indonesia mampu berbicara dalam bahasa yang dipahami pendengar lintas negara. Kini, sesi live tersebut sudah tersedia untuk ditonton dan menjadi dokumentasi penting dari satu langkah besar yang berhasil mereka capai tahun ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....