Vegyn Kembali Menyapa Jakarta
- 08 Jun 2026 09:20 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Delapan bulan setelah penampilan terakhirnya di Bali, Vegyn kembali menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan penting dalam perjalanannya. Kali ini, produser, DJ, dan musisi asal Inggris bernama lengkap Joseph Winger Thornalley tersebut akan tampil di Jakarta pada 12 Juni 2026 di Zodiac Jakarta.
Bagi banyak pendengar musik elektronik dan eksperimental, nama Vegyn selalu menarik untuk diikuti karena kariernya bergerak di antara berbagai dunia sekaligus. Ia bisa hadir sebagai produser di balik karya musisi papan atas, sekaligus tetap mempertahankan identitasnya sebagai seniman yang gemar mengeksplorasi suara-suara di luar arus utama. Kehadirannya di Jakarta menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan secara langsung bagaimana pendekatan tersebut diterjemahkan ke dalam format live set yang selama ini dikenal penuh kejutan dan atmosfer yang imersif.
Kunjungan terbarunya ke Indonesia datang tidak lama setelah ia memperkenalkan Headache, proyek musik yang belakangan menjadi salah satu fokus kreatifnya. Dalam proyek ini, Vegyn berkolaborasi dengan sosok bernama Francis Hornsby Clark yang hingga kini masih menyimpan banyak misteri. Sejumlah publikasi musik internasional dan materi promosi proyek tersebut bahkan menyebut Clark sebagai figur semi-anonim, sementara sebagian penggemar berspekulasi bahwa ia mungkin merupakan karakter fiksi yang sengaja diciptakan untuk memperkuat narasi Headache. Proyek ini telah melahirkan album The Head Hurts but the Heart Knows the Truth pada 2023 dan disusul Thank You for Almost Everything pada 2025. Melalui Headache, Vegyn menunjukkan sisi yang lebih naratif dan reflektif dibanding sebagian karya elektroniknya yang selama ini dikenal luas.
Namun reputasi Vegyn sesungguhnya dibangun jauh sebelum Headache lahir. Dikutip dari Rolling Stone, kariernya disebut sebagai salah satu perjalanan paling mengesankan dalam musik modern karena dibentuk oleh kombinasi kolaborasi, gaya artistik yang kuat, serta aura misteri yang terus mengelilinginya. Namanya mulai mendapat perhatian luas ketika terlibat sebagai produser dalam album Blonde dan Endless milik Frank Ocean. Kedua album tersebut kini dianggap sebagai karya penting dalam musik kontemporer. Selain itu, Vegyn juga dikenal melalui kolaborasi bersama Travis Scott, JPEGMAFIA, proyek rap eksperimental Babyfather milik Dean Blunt, hingga musisi Inggris yang sedang naik daun, John Glacier. Jaringan kolaborasi yang luas itu membuat Vegyn menjadi sosok yang sulit ditempatkan dalam satu genre tertentu.
Latar belakangnya juga tidak lepas dari dunia musik. Dikutip dari berbagai profil artistik resmi, Vegyn tumbuh di kawasan Kilburn, London Barat Laut, sebagai putra dari Phil Thornalley, produser dan penulis lagu yang pernah bekerja bersama The Cure serta terlibat dalam lagu Torn yang dipopulerkan oleh Natalie Imbruglia. Dari lingkungan itulah ketertarikannya terhadap produksi musik berkembang sejak usia muda, sebelum akhirnya ia mulai mengunggah karya-karyanya ke Bandcamp lebih dari satu dekade lalu. Kini, setelah perjalanan panjang yang membawanya dari komunitas musik independen hingga bekerja dengan sejumlah nama terbesar di industri global, Vegyn kembali hadir di Indonesia. Bagi para penikmat musik elektronik yang menyukai eksplorasi suara di luar pakem, penampilannya di Jakarta berpotensi menjadi salah satu agenda yang patut ditunggu pada pertengahan tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....