Pencarian Baru dari Vacations

  • 07 Jun 2026 21:00 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Setelah beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu nama penting dalam gelombang indie rock dan dream pop Australia, Vacations kini memasuki fase yang terasa lebih reflektif. Band asal Newcastle tersebut baru saja memperkenalkan Holy Grail, single utama dari album terbaru mereka yang berjudul Pursuit of Anything. Bersamaan dengan perilisan lagu dan video musiknya, Vacations juga mulai membuka gambaran mengenai tema besar yang akan mereka bawa dalam album ini. Dikutip dari keterangan resmi Nettwerk dan pernyataan vokalis Campbell Burns, Pursuit of Anything lahir dari pengalaman hidup yang penuh tarik menarik antara ambisi pribadi dan kenyataan yang berjalan di kampung halaman. Perjalanan Burns dari Newcastle menuju Los Angeles dan New York membuatnya berhadapan dengan pertanyaan yang semakin akrab bagi banyak orang dewasa muda. Seberapa jauh seseorang harus mengejar mimpi, dan apa yang sebenarnya dicari ketika mimpi itu mulai tercapai?

Pertanyaan tersebut menjadi fondasi utama album yang disebut sebagai potret masa transisi menuju kedewasaan. Bukan fase yang romantis atau penuh kepastian, melainkan periode yang sering kali membingungkan dan kontradiktif. Dalam materi promosi yang dirilis Nettwerk, Burns menjelaskan bahwa setiap anggota Vacations kini menjalani kehidupan yang berbeda satu sama lain, namun tetap terhubung oleh pengalaman kolektif yang mereka bangun sebagai sebuah band. Karena itu, Pursuit of Anything tidak hanya berbicara tentang satu orang atau satu perjalanan. Album ini menjadi kumpulan refleksi mengenai pencarian makna, identitas, tujuan hidup, dan berbagai keputusan yang harus diambil ketika usia terus bertambah. Judulnya sendiri terasa seperti sebuah pengakuan bahwa terkadang seseorang terus bergerak maju tanpa benar-benar tahu apa yang sedang dikejar.

Secara musikal, Vacations juga terdengar semakin matang. Album ini ditulis bersama oleh seluruh anggota band dan diproduseri langsung oleh Campbell Burns. Proses mixing ditangani oleh Beatriz Artola yang dikenal melalui pekerjaannya bersama Geese, Caamp, dan berbagai proyek alternatif lainnya. Hasilnya adalah lanskap suara yang lebih kaya dan berlapis dibanding karya-karya Vacations sebelumnya. Dikutip dari pernyataan Burns dalam materi album, Holy Grail lahir dari periode penuh tekanan ketika band tersebut terjebak dalam siklus tur yang padat sambil berusaha menulis materi baru. Ia mengungkapkan bahwa banyak musisi mengabdikan hidup mereka sepenuhnya untuk musik, namun pada saat tertentu tetap merasa sedang mengejar apa saja yang bisa membuat semuanya tetap berjalan. Dari situ, Holy Grail berkembang menjadi lagu yang menangkap rasa lelah, harapan, dan kegelisahan yang sering tersembunyi di balik kehidupan seorang musisi tur.

Bagi penggemar di Asia Tenggara, kabar baiknya tidak berhenti pada album baru. Vacations akan kembali menyambangi kawasan ini pada Juli 2026 dengan rangkaian pertunjukan di Indonesia, Filipina, Singapura, dan Malaysia. Jakarta menjadi salah satu pemberhentian penting dalam tur tersebut, dengan konser yang dijadwalkan berlangsung di Mbloc Live House pada 9 Juli 2026. Kehadiran mereka menandai kembalinya Vacations ke wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu basis pendengar paling aktif di luar Australia. Sementara itu, album Pursuit of Anything akan resmi dirilis pada 2 Oktober 2026 melalui Nettwerk di seluruh platform digital. Jika Holy Grail menjadi petunjuk awal, maka album ini tampaknya akan menjadi karya yang paling jujur dan personal dalam perjalanan Vacations sejauh ini. Sebuah catatan tentang pencarian yang tidak selalu menawarkan jawaban, tetapi justru menemukan maknanya di tengah proses pencarian itu sendiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....