Tony dan Beban Warisan Bourdain
- 17 Mei 2026 18:39 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Trailer perdana film Tony akhirnya dirilis oleh A24 dan langsung memancing diskusi besar di kalangan pecinta kuliner, film, hingga penggemar televisi travel. Film ini akan dibintangi Dominic Sessa yang sebelumnya mencuri perhatian lewat perannya di The Holdovers.
Disutradarai oleh Matt Johnson, Tony memilih fokus pada masa muda Anthony Bourdain saat bekerja di Cape Cod pada usia 19 tahun. Pilihan ini cukup menarik karena film tidak mencoba merangkum seluruh hidup Bourdain seperti biopic konvensional. Dikutip dari pernyataan keluarga dan pihak estate Anthony Bourdain yang dibagikan bersamaan dengan pengumuman film, mereka mendukung proyek ini karena “tidak mencoba menyimpulkan satu kehidupan.” Kalimat itu penting karena sosok Bourdain sendiri selama hidup dikenal sangat skeptis terhadap pencitraan berlebihan dan mitologi selebritas.
Nama Anthony Bourdain memang punya posisi unik dalam budaya populer modern. Ia bukan sekadar chef televisi. Setelah merilis buku Kitchen Confidential: Adventures in the Culinary Underbelly pada tahun 2000, Bourdain langsung mengubah cara publik melihat dunia dapur profesional. Buku itu membongkar kerasnya budaya restoran, ego koki, narkoba, tekanan kerja, hingga romantisme dunia kuliner tanpa sensor.
Dikutip dari wawancara lamanya bersama The New Yorker, Bourdain pernah mengatakan bahwa ia tidak pernah berniat menjadi figur televisi, tetapi hanya ingin menulis dengan jujur tentang kehidupan dapur yang sebenarnya. Dari situlah lahir perjalanan panjangnya di televisi lewat A Cook’s Tour, lalu Anthony Bourdain: No Reservations, hingga Anthony Bourdain: Parts Unknown bersama CNN yang memenangkan banyak penghargaan Emmy. Lewat program-program itu, Bourdain mengubah acara kuliner menjadi ruang untuk membicarakan politik, identitas budaya, sejarah kolonial, hingga kehidupan masyarakat biasa di berbagai negara.
Namun justru di situlah perdebatan soal film Tony mulai muncul. Banyak penggemar di media sosial merasa Anthony Bourdain kemungkinan besar tidak akan nyaman jika hidupnya diubah menjadi film Hollywood. Beberapa diskusi di forum penggemar dan unggahan komunitas kuliner menyebut bahwa Bourdain selalu terlihat lebih tertarik pada cerita orang lain dibanding menjadikan dirinya pusat perhatian. Kekhawatiran lain muncul karena biopic sering menyederhanakan sosok kompleks menjadi narasi motivasional yang terlalu rapi.
Meski begitu, keputusan Matt Johnson untuk hanya mengambil satu fase kehidupan Bourdain dianggap sebagian orang sebagai pendekatan yang lebih manusiawi. Apalagi Dominic Sessa dipilih bukan hanya karena kemiripan fisik, tetapi karena latar belakang personal yang dianggap punya irisan dengan Bourdain. Dalam wawancara produksi yang dibagikan A24, disebutkan bahwa keduanya sama-sama berasal dari New Jersey dan pernah merasa terasing di lingkungan sekolah elite tempat mereka tumbuh.
Selain Dominic Sessa, film ini juga menghadirkan Antonio Banderas sebagai chef yang membantu Bourdain menemukan arah hidupnya di dapur profesional. Nama lain seperti Emilia Jones, Leo Woodall, Dagmara Dominczyk, Rich Sommer, hingga Stavros Halkias juga ikut terlibat.
Film ini direncanakan tayang Agustus mendatang, meski tanggal resminya masih belum diumumkan. Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, Tony tampaknya akan menjadi ujian besar. Bukan cuma soal apakah Dominic Sessa bisa memerankan Bourdain dengan meyakinkan, tetapi juga apakah film ini mampu menangkap kegelisahan, rasa ingin tahu, dan kejujuran brutal yang membuat Anthony Bourdain begitu dicintai banyak orang. Karena bagi banyak penonton, warisan terbesar Bourdain bukan soal makanan. Melainkan cara ia melihat manusia lain dengan rasa penasaran yang tulus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....