SOPHIE Hidup dalam Arsip

  • 17 Mei 2026 18:34 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Nama SOPHIE kembali ramai dibicarakan setelah komunitas penggemarnya meluncurkan WHOLENEW.WORLD pada April lalu. Arsip digital ini dibuat sepenuhnya oleh penggemar untuk mendokumentasikan perjalanan kreatif salah satu figur paling berpengaruh dalam musik elektronik modern. Dikutip dari keterangan tim pengembang melalui akun archive.wholenew.world, situs tersebut memuat katalog musik lengkap SOPHIE, dokumentasi visual, rekaman live set, hingga potongan sejarah kreatif yang selama ini tersebar di internet. Proyek ini terasa penting karena banyak karya SOPHIE hidup dalam bentuk file digital, unggahan SoundCloud, remix terbatas, dan performans live yang sering kali sulit dilacak ulang. Lewat arsip ini, para penggemar mencoba memastikan bahwa jejak kreatif SOPHIE tidak hilang ditelan algoritma dan budaya internet yang bergerak terlalu cepat.

Perjalanan SOPHIE memang selalu terasa unik dalam musik elektronik. Sejak merilis single seperti Bipp dan Lemonade di awal 2010-an melalui PC Music, SOPHIE dikenal karena pendekatan sound design yang ekstrem, sintetis, dan futuristik. Banyak produser elektronik generasi sekarang menganggap karyanya mengubah arah pop eksperimental dalam satu dekade terakhir. Dikutip dari wawancara lama SOPHIE bersama Interview Magazine, ia pernah menjelaskan bahwa suara baginya bukan sekadar instrumen, tetapi material yang bisa “dibentuk” seperti benda fisik. Cara berpikir itu kemudian terdengar jelas dalam album Oil of Every Pearl's Un-Insides yang dirilis tahun 2018 dan mendapat nominasi Grammy. Setelah SOPHIE meninggal tragis di Athena pada 2021, banyak penggemar merasa internet mulai kehilangan ruang penting bagi eksperimen musik yang benar-benar liar dan bebas.

Karena itu, WHOLENEW.WORLD tidak dibuat sekadar sebagai museum nostalgia. Arsip ini justru bergerak seperti proyek kolektif terbuka. Pengembang situs mengajak siapa pun yang pernah menonton live SOPHIE, bekerja bersama dirinya, atau memiliki dokumentasi langka untuk ikut menyumbang materi. Menariknya, mereka menegaskan bahwa situs ini hanya akan memuat arsip resmi dan tidak akan mengunggah materi bocoran demi menghormati integritas karya SOPHIE. Sikap tersebut cukup penting karena budaya leak sering menjadi perdebatan besar dalam komunitas musik digital. Hingga saat ini, arsip tersebut sudah memuat dokumentasi live set SOPHIE dari 2010 sampai 2020, termasuk materi visual yang sebelumnya sulit ditemukan. Tim pengembang juga menegaskan proyek ini tidak berafiliasi dengan label lama SOPHIE dan seluruh arsip akan tetap gratis tanpa monetisasi.

Warisan SOPHIE sendiri terus bergerak bahkan setelah kematiannya. Tahun 2024 lalu, album posthumous self-titled miliknya dirilis dengan bantuan saudara sekaligus kolaboratornya, Benny Long. Album itu memperlihatkan bagaimana ide kreatif SOPHIE masih terasa sangat maju bahkan setelah bertahun-tahun. Lalu pada 2025, komunitas musik elektronik meluncurkan SOPHIE Scholarship Fund untuk mendukung kreator perempuan, transgender, dan non-biner di bidang musik elektronik. Berdasarkan pengumuman program tersebut yang dibagikan komunitas dan kolaborator dekatnya, dana beasiswa senilai 5.000 hingga 10.000 dolar diberikan untuk kebutuhan pendidikan, peralatan musik, dan pengembangan karya. Di tahun yang sama, rilisan vinyl PRODUCT kembali diedarkan sebagai bentuk penghormatan terhadap era awal SOPHIE. Semua ini menunjukkan satu hal. SOPHIE mungkin sudah pergi, tetapi pengaruhnya belum berhenti tumbuh. Kini, lewat WHOLENEW.WORLD, para penggemar mencoba menjaga agar dunia yang pernah ia bangun tetap hidup dan bisa terus ditemukan generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....