Nostalgia Panas di Limunas XXI

  • 17 Mei 2026 18:25 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Liga Musik Nasional atau Limunas kembali membuka ruang temu bagi skena musik keras independen lewat Limunas XXI yang akan digelar di Institut Français Indonesia Bandung pada 31 Mei 2026. Pertemuan kali ini terasa spesial karena menjadi kali keempat bagi Komunal tampil di panggung Limunas sejak debut mereka di Limunas V tahun 2013. Dikutip dari arsip unggahan Limunas dan dokumentasi media sosial Komunal, perjalanan mereka di panggung ini seperti membentuk garis waktu tersendiri. Mulai dari era Gemuruh Musik Pertiwi, berlanjut ke panggung bersama Mooner dan Terapi Urine di 2017, hingga pertunjukan Komando Badai Api selepas pandemi pada 2022. Kini mereka kembali membawa materi album Nostalgia yang dirilis pada 31 Mei 2025 melalui kerja sama dengan Disaster Records dan jaringan rilisan independen lainnya. Yang membuat penampilan ini menarik, album tersebut akan dimainkan secara penuh dalam satu set khusus.

Album Nostalgia sendiri menandai fase baru Komunal sebagai unit heavy metal asal Bandung yang selama ini dikenal dekat dengan pendekatan folk, spiritualitas lokal, dan isu sosial. Dari berbagai catatan yang dibagikan band melalui media sosial mereka sepanjang 2025, Nostalgia tidak sekadar bicara romantisme masa lalu, tetapi juga mengangkat ingatan kolektif tentang identitas, lingkungan, dan kegelisahan generasi hari ini. Nama besar personel seperti Doddy Hamson, Reza Harry, dan Anwar Sadat membuat proyek ini terasa solid karena mereka sudah melewati lebih dari satu dekade perjalanan skena. Menariknya lagi, kali ini Komunal tidak tampil sendirian. Mereka menggandeng Haul sebagai pembuka. Band neo crust asal Bandung itu juga sedang merayakan single terbaru mereka, Agenda Siklon Kelabu. Kombinasi doom metal dan neo crust dalam satu panggung membuat Limunas XXI berpotensi menjadi salah satu agenda paling padat energi di pertengahan tahun.

Atmosfer acara juga berubah cukup drastis dibanding edisi sebelumnya. Jika Limunas identik dengan konser malam yang gelap dan penuh asap, tahun ini pesta dimulai sejak siang hari pukul 14.00. Bahkan area Lapak Warga Limunas sudah dibuka sejak pukul 10.00 pagi. Dari informasi yang dibagikan melalui akun Omuniuum selaku penjual tiket dan kolektif pendukung acara, area ini akan diisi rilisan fisik, kaset, vinyl, zine, hingga karya ilustrator lokal Bandung. Pendekatan seperti ini memperlihatkan bahwa Limunas tidak hanya menjual konser, tetapi juga mencoba menjaga kultur komunitas tetap hidup lewat interaksi langsung antar pelaku skena. Kolaborasi visual bersama Mfaxii juga memperkuat identitas acara melalui poster dan merchandise edisi terbatas yang dikerjakan khusus untuk Limunas XXI. Dukungan dari Maternal Disaster dan Dsstr Records memperlihatkan bagaimana jejaring musik independen Bandung masih terus bergerak secara kolektif.

Di tengah tren festival besar yang makin seragam dan dipenuhi formula pasar, Limunas justru mempertahankan pendekatan yang lebih organik. Mereka tetap menjaga skala acara agar terasa intim, tetapi tetap punya kurasi kuat. Tiket presale Limunas XXI dijual Rp200 ribu dan OTS Rp250 ribu dengan jumlah terbatas. Strategi ini menunjukkan bahwa acara tidak dibangun untuk mengejar kapasitas semata, tetapi pengalaman kolektif yang lebih dekat dengan akar komunitas. Dari sisi skena independen, langkah Limunas cukup penting karena mereka konsisten mendokumentasikan perjalanan musik keras lokal tanpa harus mengikuti pola festival arus utama. Saat banyak event berubah menjadi ruang konsumsi cepat, Limunas masih memberi tempat untuk arsip, rilisan fisik, ilustrasi, dan pertemuan antar komunitas. Itu sebabnya pertemuan keempat mereka dengan Komunal terasa lebih dari sekadar konser. Ada kesinambungan sejarah yang sedang dirawat bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....