Yung Lean dalam Badai Visual

  • 10 Mei 2026 16:23 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Yung Lean kembali menunjukkan sisi paling eksperimental dari dirinya lewat proyek terbaru bersama GENER8ION, proyek musik milik produser asal Prancis Surkin. Kolaborasi ini hadir dalam dua lagu sekaligus, Storm I dan Storm II, yang dirilis bersama video musik garapan Romain Gavras.

Dikutip dari kanal resmi GENER8ION YouTube dan materi rilis labelnya, proyek ini langsung terasa seperti sebuah film pendek dystopian, bukan sekadar video musik biasa. Di sini, Yung Lean yang juga dikenal sebagai Jonatan Leandoer tampil sebagai murid sekolah elite futuristik bertuliskan Le Rosey Class of 2034, sebuah dunia yang terlihat mewah tetapi menyimpan kekacauan di balik tampilannya yang rapi.

Sepanjang video, Yung Lean memerankan karakter antagonis. Ia berkeliling sekolah, memprovokasi murid lain, memicu kekerasan, hingga mendorong perilaku destruktif. Namun seperti banyak karya Romain Gavras sebelumnya, kekacauan visual itu tidak berhenti pada level provokasi.

Ada lapisan simbolik yang terus bermain. Di pertengahan video, atmosfer berubah drastis. Para murid yang sebelumnya tampak seperti korban sistem tiba-tiba berbaris di tangga sekolah. Bukan untuk foto kelas, melainkan melakukan koreografi yang dinamis dan hampir ritualistik, sementara Yung Lean berdiri diam di tengah sambil merokok. Dikutip dari berbagai wawancara Romain Gavras di forum film internasional seperti Cannes Film Festival, sang sutradara memang dikenal gemar menggunakan tubuh, kerumunan, dan koreografi sebagai simbol kekuasaan, pemberontakan, dan absurditas sosial. Formula itu terasa sangat kuat di Storm.

Dari sisi musikal, Storm I dan Storm II membawa Yung Lean keluar dari zona rap cloud yang selama ini melekat padanya. Lagu ini bergerak ke wilayah electro-rock yang lebih agresif, industrial, dan teatrikal. Dikutip dari katalog musik Warp Records serta arsip rilisan GENER8ION, proyek Surkin memang sejak awal sering bermain di persimpangan musik elektronik, sinema, dan budaya visual. Itu sebabnya kolaborasi ini terasa organik.

Yung Lean datang dengan aura dingin dan absurd khasnya, sementara Surkin membangun lanskap suara yang terasa penuh tekanan. Hasilnya bukan lagu yang mudah dicerna, tetapi justru itulah kekuatannya. Storm terdengar seperti suara generasi yang tumbuh di dunia yang terlalu cepat, terlalu bising, dan terlalu banyak distraksi.

Kolaborasi ini juga memperpanjang hubungan kreatif antara GENER8ION dan Romain Gavras yang sebelumnya sukses lewat Neo Surf bersama 070 Shake. Sementara bagi Yung Lean, proyek ini terasa penting karena memperlihatkan perluasan identitas artistiknya.

Tahun 2025 lalu ia juga menjalani debut akting layar lebarnya dalam Sacrifice bersama Anya Taylor-Joy, Salma Hayek, dan Charli XCX, juga di bawah arahan Romain Gavras. Artinya, hubungan mereka bukan lagi sekadar kolaborasi musik video, tetapi sudah berkembang menjadi eksplorasi artistik lintas medium. Lewat Storm, Yung Lean tidak hanya hadir sebagai rapper. Ia tampil sebagai figur performatif yang siap menyeberang ke ruang sinema, mode, dan seni visual secara lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....