Rahasia Penyiar Asyik ternyata Pakai Teknik Ad Libitum
- 27 Apr 2026 17:10 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Pernah dengar penyiar radio atau host acara yang ngomongnya terasa santai, ngalir, dan seolah tanpa naskah? Sebagaimana dikutip dari laman www.britannica.com Ternyata, salah satu rahasia di balik gaya komunikasi yang asyik tersebut adalah penggunaan teknik Ad Libitum. Teknik ini sering digunakan oleh penyiar profesional agar terdengar natural, tidak kaku, dan lebih dekat dengan pendengar.
Dilansir dari laman www.merriam-webster.com Secara bahasa, Ad Libitum berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuai keinginan” atau “bebas”. Dalam dunia penyiaran, teknik ini merujuk pada cara berbicara tanpa naskah yang kaku, melainkan improvisasi spontan yang tetap terarah. Penyiar biasanya hanya memiliki poin-poin utama, lalu mengembangkannya dengan gaya bahasa sendiri.
Dikutip juga dari laman www.radioschool.com Teknik Ad Libitum membuat penyiar terdengar lebih hidup karena komunikasi terasa seperti percakapan, bukan sekadar membaca teks. Pendengar pun merasa lebih terhubung secara emosional karena gaya bicara yang santai dan personal. Inilah yang membuat banyak program radio terasa hangat dan “dekat” dengan audiensnya.
Namun, bukan berarti teknik ini tanpa latihan. Penyiar tetap harus memiliki wawasan luas, kemampuan berpikir cepat, serta kontrol intonasi dan artikulasi yang baik. Tanpa itu, improvisasi justru bisa terdengar berantakan atau kehilangan arah. Oleh karena itu, banyak penyiar berlatih dengan membuat outline atau kerangka sebelum siaran.
Selain itu, teknik Ad Libitum juga membantu penyiar menghadapi situasi tak terduga, seperti gangguan teknis atau perubahan rundown acara. Dengan kemampuan improvisasi, penyiar tetap bisa menjaga suasana siaran tetap hidup tanpa membuat pendengar menyadari adanya masalah di balik layar.
Kesimpulannya, teknik Ad Libitum menjadi salah satu kunci penting agar penyiar terdengar asyik, natural, dan tidak monoton. Di balik kesan santai yang terdengar di udara, sebenarnya ada latihan, pengalaman, dan kemampuan komunikasi yang terus diasah. Jadi, kalau ingin jadi penyiar yang “enak didengar”, jangan cuma baca teks—latih juga kemampuan improvisasi!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....