Mubi Terjepit antara Etika dan Bisnis
- 26 Apr 2026 00:58 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Mubi sedang menghadapi tekanan yang tidak biasa. Dikutip dari The Wall Street Journal pada 10 April, platform ini kehilangan sekitar 200 ribu pelanggan dan mengalami penurunan pendapatan sepanjang 2025.
Penurunan ini tidak berdiri sendiri. Ia muncul setelah kritik terhadap investasi sebesar 100 juta dolar dari Sequoia Capital. Masalahnya bukan sekadar angka investasi, tapi relasi Sequoia dengan Kela yang memicu respons keras dari komunitas film dan pengguna.
Reaksi datang dari berbagai arah. Pembuat film, subscriber, hingga karyawan internal ikut mempertanyakan arah perusahaan. Dikutip dari laporan yang sama, beberapa karyawan bahkan menuntut pembatalan investasi tersebut. Efe Cakarel merespons dengan pernyataan tegas bahwa pengembalian dana bisa berujung pada pemutusan hubungan kerja massal. Ini membuka konflik baru. Di satu sisi ada tuntutan etika. Di sisi lain ada realitas bisnis yang bergantung pada pendanaan eksternal. Ketegangan ini menunjukkan bahwa keputusan finansial tidak pernah netral.
Mubi mencoba merespons lewat janji kebijakan investasi etis. Namun konsistensinya dipertanyakan. Dikutip dari laporan lanjutan The Wall Street Journal, pada November perusahaan menawarkan kompensasi tiga bulan gaji bagi karyawan yang ingin keluar. Sekitar belasan orang menerima, sisanya terkena PHK. Ini memberi sinyal bahwa krisis tidak hanya eksternal, tapi juga internal. Dalam studi tentang corporate ethics oleh Harvard Business School, kebijakan etis sering gagal jika tidak diikuti transparansi dan konsistensi tindakan. Kasus ini menunjukkan pola yang mirip.
Menariknya, di tengah kontroversi, posisi Mubi sebagai platform kurasi film tetap kuat. Mereka dikenal menghadirkan film internasional, karya sutradara spesifik, hingga rilisan eksklusif dengan harga langganan yang sangat rendah. Bahkan menurut Cannes Film Festival lineup yang dikutip dari Wall Street Journal, Mubi akan membawa beberapa film ke festival tersebut tahun ini. Ini jadi paradoks. Secara produk mereka relevan. Secara reputasi mereka diuji. Jadi pertanyaannya bukan apakah Mubi akan bertahan, tapi apakah mereka bisa menjaga kepercayaan tanpa kehilangan model bisnisnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....