A24 Bertaruh di Film "Backrooms"
- 19 Apr 2026 05:10 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Keputusan A24 mengangkat The Backrooms ke layar lebar langsung memicu pertanyaan. Ini langkah strategis atau sekadar ikut arus hype internet. Sosok di baliknya bukan nama lama industri, tapi Kane Parsons, kreator muda yang dikenal lewat video viral di YouTube. Ia membangun dunia Backrooms dari nol. Tanpa jalur festival. Tanpa sekolah film elit. Dikutip dari wawancara Parsons di kanal YouTube pribadinya, ia mengembangkan estetika horor berbasis liminal space secara otodidak. Ini penting. Karena biasanya studio hanya mengadopsi ide dari internet, bukan kreatornya.
Fenomena ini bukan baru. Platform seperti Sundance Institute dalam beberapa riset industrinya mencatat bahwa studio sering mengejar IP berbasis komunitas digital karena sudah punya audiens. Tapi pendekatannya cenderung aman. Kreator asli jarang diberi kontrol penuh. Di sinilah keputusan A24 terlihat berbeda. Mereka memberi Parsons ruang sebagai sutradara. Ini bukan sekadar adaptasi. Ini transfer otoritas kreatif. Risiko tetap besar. Tanpa pengalaman panjang, eksekusi film panjang bisa goyah.
Secara konsep, Backrooms sendiri lahir dari forum anonim 4chan pada 2019. Sebuah gambar sederhana. Ruangan kosong. Lampu neon. Tidak ada narasi jelas. Justru di situ letak kekuatannya. Menurut analisis komunitas di Reddit, horor Backrooms bekerja karena ambiguitas. Tidak ada penjelasan. Tidak ada resolusi. Masalahnya, film panjang biasanya butuh struktur. Butuh jawaban. Di titik ini, ada potensi konflik. Semakin dijelaskan, semakin hilang rasa anehnya.
Film ini juga diperkuat oleh nama besar seperti James Wan sebagai produser, serta Renate Reinsve dan Chiwetel Ejiofor sebagai pemeran. Kombinasi ini memberi kredibilitas. Tapi tetap tidak menjamin keberhasilan. Jika gagal, ini menguatkan asumsi lama bahwa internet hanya kuat di ide. Jika berhasil, pola rekrutmen filmmaker bisa berubah. Pembuat film tidak lagi harus datang dari jalur konvensional. Backrooms akhirnya bukan sekadar film horor. Ini uji model produksi baru di industri film global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....