Seringai Lepas Single Baru Penuh Sinyal
- 11 Apr 2026 16:59 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Seringai kembali menggerakkan mesin mereka jelang rilis album IV: ANASTASIS di April ini. Tanpa banyak aba-aba, mereka merilis “Sejati | Senarai Feses”, sebuah trek berdurasi hampir enam menit yang langsung terasa seperti pernyataan sikap. Dikutip dari unggahan resmi akun Instagram mereka, rilisan ini memang disiapkan sebagai bagian dari rangkaian menuju album penuh. Kamu langsung disambut teriakan kolektif “Sejati kami di sini!” yang diulang berkali-kali, lalu ditutup dengan luapan emosi yang lebih kasar. Struktur ini terasa sengaja dibangun untuk menegaskan identitas lama mereka sekaligus membuka bab baru.
Energi lagu ini tidak berdiri sendiri. Ia diperkuat oleh video klip yang disutradarai Edy Khemod bersama Rifqi Fadhlur. Video tersebut tayang di kanal YouTube resmi Seringai pada 26 Maret, seperti diumumkan langsung lewat media sosial band. Visualnya gelap, padat, dan tidak banyak basa-basi. Dikutip dari pernyataan kreator di deskripsi video YouTube mereka, pendekatan visual ini memang dirancang untuk menangkap atmosfer mentah yang selama ini jadi ciri Seringai. Kamu tidak akan menemukan narasi linear. Yang muncul justru potongan energi, simbol, dan tekanan yang terus menumpuk sampai akhir.
Yang memicu diskusi justru detail kecil di teaser video. Ada bayangan dua sosok manusia memainkan gitar. Tidak ada penjelasan resmi soal siapa mereka. Fans langsung berspekulasi di kolom komentar Instagram dan YouTube. Dikutip dari interaksi warganet di kedua platform itu, sebagian menduga ini adalah representasi figur lama dalam perjalanan band, sebagian lain melihatnya sebagai petunjuk kolaborasi atau formasi tertentu. Di titik ini, Seringai terlihat sengaja membiarkan ruang tafsir terbuka. Strategi ini bukan hal baru di skena musik global. Banyak band membangun engagement lewat simbol visual yang tidak dijelaskan secara gamblang.
Kalau kamu lihat lebih jauh, “Sejati | Senarai Feses” bukan sekadar single pemanasan. Ini seperti fondasi naratif untuk IV: ANASTASIS. Judul album sendiri memberi sinyal kebangkitan atau fase baru. Secara pola rilisan, pendekatan ini sejalan dengan praktik umum industri musik saat ini, di mana artis merilis beberapa single yang saling terhubung sebelum album penuh, seperti dibahas dalam dokumentasi perilisan musik digital oleh IFPI. Seringai tidak hanya merilis lagu. Mereka membangun konteks. Kamu diajak masuk perlahan, lalu dipaksa memperhatikan detail kecil yang mungkin jadi kunci memahami keseluruhan album nanti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....