Seringai Bangkit lewat Album "IV: Anastasis"

  • 27 Mar 2026 21:08 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Seringai akhirnya kembali setelah fase hening yang cukup panjang. Lagu Pulang kini menemukan rumahnya dalam album keempat bertajuk IV: ANASTASIS.

Konfirmasi ini datang langsung dari Wendi Putranto yang selama ini dikenal sebagai manajer band. Dari sini sudah terlihat arah narasinya. Ini bukan sekadar rilisan baru. Ini fase lanjutan dari cerita yang sempat tertunda sejak single Pulang dirilis pada 2024.

Album ini membawa bobot emosional yang tidak ringan. Dikutip dari pernyataan internal manajemen band yang disampaikan Wendi, IV: ANASTASIS menjadi warisan terakhir dari Ricky Siahaan. Ia terlibat sebagai produser di lagu Pulang, yang kini terasa seperti jembatan menuju keseluruhan album. Dalam konteks musik, album pasca kehilangan figur penting sering jatuh ke dua arah. Terlalu nostalgik atau justru kehilangan identitas. Ini yang perlu diuji dari Anastasis. Apakah ia mampu menjaga karakter agresif Seringai atau justru berubah menjadi monumen emosional semata.

Secara konsep, pemilihan judul cukup eksplisit. Anastasis berasal dari bahasa Yunani yang berarti kebangkitan. Ini memberi sinyal bahwa band tidak ingin berhenti pada fase kehilangan. Mereka ingin bergerak. Album ini berisi 12 lagu, yang menurut pola diskografi Seringai sebelumnya seperti Serigala Militia dan Taring, biasanya dibangun dengan struktur riff yang padat dan lirik yang tajam. Referensi ini penting karena publik punya ekspektasi tertentu terhadap sound mereka. Jika Anastasis terlalu jauh dari akar itu, risiko penolakan tetap ada.

Hal baru yang menarik justru datang dari internal band sendiri. Sammy Bramantyo kini mengambil peran sebagai produser. Ini perubahan signifikan. Produser internal bisa memperkuat identitas karena keputusan kreatif lebih terkendali. Tapi juga bisa jadi bias karena minim perspektif luar. Dalam banyak kasus band global, pergeseran ke produser internal sering menghasilkan sound yang lebih personal tapi tidak selalu lebih kuat secara pasar. Jadi, jika kamu melihat Anastasis sebagai simbol kebangkitan, itu valid. Tapi apakah kebangkitan ini relevan secara musikal dan bukan hanya emosional, itu baru bisa diuji saat album ini benar benar dirilis penuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....