Dokumenter Ini Kalahkan Prediksi Oscar

  • 27 Mar 2026 21:02 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Mr. Nobody Against Putin muncul sebagai pemenang tak terduga di kategori Best Documentary Feature di Academy Awards. Banyak prediksi sebelumnya mengarah ke The Perfect Neighbor dan Come See Me in the Good Light.

Namun hasil akhir justru mematahkan ekspektasi itu. Jika kamu melihat pola voting Academy dalam beberapa tahun terakhir, kejutan seperti ini bukan kebetulan. Ada kecenderungan memilih film dengan urgensi politik yang kuat dibanding sekadar kualitas teknis atau popularitas festival.

Film ini disutradarai David Borenstein bersama Pavel Talankin. Ceritanya berangkat dari invasi Rusia ke Ukraina. Talankin, seorang guru sekaligus videografer sekolah, mendokumentasikan bagaimana sistem pendidikan di Rusia berubah drastis. Sekolah dijadikan alat propaganda. Kurikulum nasionalis dan anti Ukraina diterapkan secara sistematis. Dikutip dari laporan UNESCO tentang pendidikan dalam situasi konflik, sekolah memang sering menjadi medium kontrol ideologi negara. Di titik ini, film tidak hanya bercerita. Ia jadi bukti visual tentang bagaimana propaganda bekerja di level paling dasar, anak muda.

Keputusan Talankin untuk melawan sistem jadi inti konflik. Ia merekam realitas di sekitarnya lalu mengirimkan materi tersebut ke luar Rusia. Tindakan ini bukan tanpa risiko. Dalam konteks hukum Rusia pasca invasi, distribusi informasi yang dianggap bertentangan dengan narasi negara bisa berujung pada kriminalisasi. Dikutip dari pernyataan Human Rights Watch, kebebasan berekspresi di Rusia mengalami pembatasan signifikan sejak 2022. Ini membuat posisi Talankin dalam film bukan sekadar karakter. Ia adalah subjek yang mempertaruhkan keselamatan untuk membuka akses informasi.

Kemenangan film ini juga memperkuat pola sikap Academy of Motion Picture Arts and Sciences terhadap isu Rusia. Sebelumnya, Navalny dan 20 Days in Mariupol juga menang dengan tema kritik terhadap negara tersebut. Dikutip dari pidato kemenangan Borenstein di panggung Oscar, ia menekankan bahwa diam terhadap ketidakadilan adalah pilihan moral yang punya konsekuensi. Pernyataan ini memperjelas arah film. Bukan hanya dokumentasi, tapi ajakan refleksi. Jika kamu melihatnya sebagai tren, ini bisa berlanjut. Jika dilihat sebagai sikap, Academy sedang menegaskan posisi politiknya melalui pilihan film.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....