Billie Eilish Masuk ke Film The Bell Jar

  • 27 Mar 2026 20:57 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Billie Eilish mulai bergerak lebih jauh ke dunia film. Ia dikabarkan dilirik untuk memerankan tokoh utama dalam adaptasi The Bell Jar, novel klasik karya Sylvia Plath tahun 1963.

Proyek ini akan disutradarai Sarah Polley dan diproduksi oleh Focus Features bersama Joy Gorman Wettels. Kombinasi ini menarik karena Polley dikenal kuat dalam mengadaptasi materi sensitif menjadi narasi yang intim. Dikutip dari arsip resmi Academy Awards, Polley memenangkan Oscar Skenario Adaptasi lewat Women Talking, yang menegaskan kapasitasnya dalam menangani cerita berbasis trauma dan perspektif perempuan.

Cerita The Bell Jar sendiri tidak ringan. Fokusnya pada Esther Greenwood, perempuan 19 tahun yang menghadapi tekanan sosial dan gangguan mental di era 1950-an. Novel ini bersifat semi autobiografis. Dikutip dari publikasi literatur Faber and Faber yang menerbitkan karya Plath, buku ini awalnya dirilis dengan nama samaran dan terbit hanya sebulan sebelum Plath meninggal. Ini membuat konteks cerita sangat personal dan sensitif. Di titik ini, pemilihan Billie Eilish bisa dipahami. Persona publiknya sering diasosiasikan dengan tema kesehatan mental dan tekanan industri hiburan. Tapi asumsi ini juga perlu diuji. Representasi personal tidak otomatis berarti kemampuan akting yang cukup untuk membawa karakter kompleks seperti Esther.

Pengalaman akting Billie memang sudah ada, tapi masih terbatas. Ia tampil dalam Swarm pada 2023 dan mendapat pengakuan, termasuk People’s Choice Award untuk kategori penampilan televisi pada 2026 menurut data resmi ajang tersebut. Selain itu, ia juga terlibat dalam proyek dokumenter tur Billie Eilish: Hit Me Hard and Soft – The Tour bersama James Cameron. Ini menunjukkan pergeseran peran dari performer ke storyteller visual. Namun, film fiksi panjang dengan karakter berat adalah level yang berbeda. Di sini, ekspektasi publik bisa jadi terlalu tinggi jika hanya bertumpu pada popularitas.

Sampai sekarang, produksi The Bell Jar belum mengumumkan jadwal resmi. Ini memberi ruang untuk perubahan, termasuk kemungkinan casting. Secara strategi, proyek ini punya potensi besar karena menggabungkan IP sastra klasik dengan figur pop global. Tapi ada risiko yang perlu diperhatikan. Jika adaptasi terlalu mengikuti citra modern Billie Eilish, esensi era 1950-an bisa hilang. Jika terlalu kaku pada sumber, film bisa terasa jauh dari audiens baru. Tantangannya ada di keseimbangan. Jika Polley berhasil menjaga itu, The Bell Jar bisa jadi salah satu adaptasi paling relevan dalam beberapa tahun terakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....