Album "The Mountain" Era Baru Gorillaz
- 13 Mar 2026 04:33 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Proyek virtual band Gorillaz kembali membuka babak baru dengan mengumumkan album terbaru mereka berjudul The Mountain. Album ini tidak datang sendirian.
Bersamaan dengan perilisan album tersebut, Gorillaz juga menyiapkan film pendek animasi berjudul The Mountain, The Moon Cave and The Sad God yang akan tayang perdana pada 27 Februari.
Film ini dirilis pada hari yang sama dengan albumnya. Informasi ini pertama kali disampaikan melalui kanal resmi band serta materi promosi yang kemudian dibahas oleh Pitchfork dan NME yang menyoroti bagaimana Gorillaz kembali menggabungkan musik dan narasi visual dalam satu semesta cerita. Strategi ini bukan hal baru bagi proyek yang digagas oleh Damon Albarn dan Jamie Hewlett. Sejak awal berdiri pada 1998, Gorillaz memang dirancang sebagai proyek lintas medium. Musik, karakter animasi, video klip, dan cerita fiksi berkembang bersama membentuk dunia yang terus diperluas dari album ke album.
| Baca juga: Charli XCX Buka Babak Baru |
Film pendek The Mountain, The Moon Cave and The Sad God akan dirilis secara global melalui platform YouTube. Namun Gorillaz juga menyiapkan pengalaman menonton yang lebih khusus lewat pemutaran langsung di Alamo Drafthouse Cinema. Screening ini berlangsung di kota Austin dan dilengkapi dengan dokumenter behind the scenes yang memperlihatkan proses produksi animasinya.
Dalam beberapa catatan produksi yang dibahas oleh majalah budaya visual Animation Magazine, pendekatan ini menunjukkan bagaimana Gorillaz masih memandang animasi sebagai medium naratif utama, bukan sekadar visual pelengkap musik. Film tersebut juga menjadi jembatan cerita bagi album The Mountain yang berisi lima belas lagu. Menariknya, tiga lagu di album ini mengambil langsung judul dari film tersebut. Lagu The Mountain, The Moon Cave, dan The Sad God disebut sebagai inti cerita yang membentuk perjalanan karakter dalam dunia Gorillaz.
| Baca juga: Rumah yang Menjadi Reality Club |
Untuk proyek animasi terbaru ini, Gorillaz kembali bekerja sama dengan THE LINE Animation Studio. Studio ini dikenal karena gaya animasi hand drawn yang detail dan ekspresif. Sebelumnya mereka terlibat dalam berbagai proyek visual populer seperti video Die For You dari game Valorant, video musik Easy milik Porter Robinson, hingga beberapa karya visual Gorillaz sendiri seperti Humility dan proyek audiovisual Song Machine. Dalam wawancara produksi yang dibahas oleh Animation Magazine, tim kreatif THE LINE menjelaskan bahwa pendekatan gambar tangan memberi ruang ekspresi yang lebih organik dibandingkan animasi digital yang sepenuhnya procedural. Pilihan ini penting karena dunia Gorillaz selalu menekankan karakter visual yang terasa hidup dan tidak terlalu steril secara teknis.
Kehadiran proyek ini juga menarik jika melihat sejarah rencana film Gorillaz sebelumnya. Pada 2021, sempat diumumkan bahwa Gorillaz sedang mengembangkan film animasi panjang bersama platform streaming Netflix. Namun proyek tersebut akhirnya dihentikan. Dalam wawancara yang dikutip oleh majalah musik Rolling Stone, Damon Albarn menjelaskan bahwa keputusan itu datang dari perubahan strategi Netflix yang saat itu memproduksi terlalu banyak konten film. Albarn mengatakan perusahaan tersebut mulai memangkas proyek film mereka. Ia juga menyinggung praktik lama industri Hollywood ketika produser yang bekerja sama dengan mereka pindah ke perusahaan lain sehingga proyek ikut terhenti. Dalam konteks itu, perilisan The Mountain dan film pendek pendampingnya terasa seperti bentuk adaptasi baru. Gorillaz tidak menunggu proyek besar dari studio besar. Mereka kembali ke format yang lebih fleksibel. Album musik tetap menjadi pusatnya. Animasi tetap menjadi bahasa visualnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....