LP4 Menandai Babak Baru American Football

  • 13 Mar 2026 04:27 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Band midwest emo legendaris American Football akhirnya mengonfirmasi rilisan album penuh terbaru mereka yang diberi judul LP4. Album ini dijadwalkan rilis pada 1 Mei 2026 melalui label independen Polyvinyl Records.

LP4 menjadi album self titled keempat mereka setelah LP3 pada 2019 dan LP2 pada 2016. Kedua album tersebut muncul setelah band ini kembali aktif usai hiatus selama 17 tahun sejak album debut mereka tahun 1999. Informasi mengenai LP4 pertama kali ramai dibicarakan setelah dimuat oleh Pitchfork dan juga dibahas oleh BrooklynVegan yang menyebut rilisan ini sebagai salah satu album rock alternatif paling dinantikan pada 2026.

Dalam LP4, American Football menyiapkan sepuluh lagu baru. Tracklist tersebut mencakup Man Overboard, No Feeling, Blood On My Blood, Bad Moons, The One with the Piano, Patron Saint of Pale, Wake Her Up, Desdemona, Lullabye, dan No Soul to Save. Struktur album ini masih mempertahankan karakter khas band tersebut. Aransemen gitar bersih, dinamika tempo yang tenang, serta lirik reflektif yang sejak awal membentuk identitas mereka di skena midwest emo dan indie rock.

Konteks perilisan LP4 juga tidak lepas dari perjalanan panjang American Football dalam musik alternatif Amerika. Band yang dibentuk oleh Mike Kinsella, Steve Holmes, dan Steve Lamos ini awalnya hanya merilis satu album pada 1999 sebelum bubar. Namun album tersebut perlahan menjadi kultus klasik dalam sejarah emo generasi kedua. Dua dekade kemudian, album itu justru dianggap sebagai fondasi estetika emo modern. Dikutip dari arsip wawancara lama yang diterbitkan kembali oleh Polyvinyl Records, Mike Kinsella pernah menjelaskan bahwa kebangkitan kembali American Football tidak direncanakan sebagai nostalgia semata. Mereka ingin melihat apakah suara band ini masih relevan dalam konteks musik saat ini. LP2 dan LP3 menjadi bukti bahwa proyek ini bukan sekadar reuni. Kedua album tersebut memperluas warna musik mereka dengan produksi yang lebih matang, kolaborasi lintas genre, serta pendekatan lirik yang lebih dewasa. LP4 tampaknya melanjutkan arah itu, tetapi dengan pendekatan yang lebih minimalis dan introspektif.

Menariknya, pengumuman album baru ini datang bersamaan dengan konfirmasi tur besar American Football sepanjang 2026. Tur tersebut akan menjangkau Amerika Utara, Eropa, hingga Inggris. Jadwal dimulai pada 15 Mei di kota Denver dan berakhir pada 16 Agustus di Minneapolis. Tur ini juga menghadirkan beberapa musisi pendukung dari spektrum indie yang berbeda seperti Mei Semones, IAN SWEET, Marconi Union, serta Afternoon Bike Ride. Selain agenda musik, tur ini juga membawa agenda sosial. American Football bekerja sama dengan organisasi filantropi PLUS1 untuk menyumbangkan satu dolar dari setiap tiket yang terjual. Dana tersebut akan dialokasikan kepada Safe Passage International serta Illinois Coalition for Immigration & Refugee Rights. Dalam penjelasan kampanye yang dikutip dari pernyataan resmi PLUS1, langkah ini merupakan respons terhadap meningkatnya kekerasan sipil yang berkaitan dengan operasi penegakan imigrasi oleh U.S. Immigration and Customs Enforcement atau ICE.

Menjelang LP4, American Football juga sempat kembali membuka arsip masa lalu mereka. Band ini merilis ulang album debut self titled 1999 dalam edisi khusus dengan beberapa kolaborasi baru. Salah satu yang paling menarik adalah reinterpretasi lagu bersama Ethel Cain serta band indie rock Manchester Orchestra. Menurut diskusi editorial yang dimuat oleh Pitchfork, langkah ini menunjukkan cara American Football menjaga dialog antara generasi lama dan generasi baru dalam musik emo. Band ini tidak sekadar merawat nostalgia. Mereka juga membuka ruang reinterpretasi terhadap karya yang sudah menjadi kanon dalam skena indie. LP4 kini menjadi momen penting berikutnya. Bukan hanya karena ini album baru setelah tujuh tahun sejak LP3, tetapi karena American Football kembali membuktikan bahwa musik yang lahir dari ruang kecil kampus Midwest pada akhir 1990 an masih memiliki resonansi kuat bagi pendengar hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....