Setelah 35 Tahun, Gish Milik The Smashing Pumpkins Kembali Dirilis

  • 25 Feb 2026 06:24 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Tiga puluh lima tahun setelah pertama kali dirilis pada 1991, Gish milik The Smashing Pumpkins kembali hadir dalam edisi reissue yang dijadwalkan rilis 29 Mei. Album debut ini berisi 10 lagu dan menjadi fondasi awal perjalanan band yang dipimpin Billy Corgan.

Direkam bersama Butch Vig di Smart Studios, Gish memadukan rock, metal, psychedelia, pop, dan shoegaze dalam satu lanskap suara yang saat itu terasa berbeda dari arus utama. Menurut data Recording Industry Association of America, album ini telah meraih sertifikasi Platinum di Amerika Serikat. Untuk ukuran rilisan independen awal 1990 an, capaian ini menandai daya tembus yang jarang terjadi.

Secara musikal, Gish melahirkan trek seperti I Am One, Siva, dan Rhinoceros yang hingga kini masih menjadi repertoar penting dalam konser mereka. Dalam tinjauan 25 tahun yang dimuat oleh Billboard, album ini dipuji karena kekuatan puitis dan perubahan dinamika yang tajam namun terkontrol. Rolling Stone dan Pitchfork juga beberapa kali memasukkan Gish dalam daftar album grunge terbaik versi retrospektif mereka. Namun penting untuk diuji. Apakah Gish murni grunge. Secara struktur, ia lebih cair dan progresif dibanding formula Seattle yang lebih mentah. Justru di situ letak kekuatannya. Corgan tidak membatasi diri pada satu arus. Ia membangun identitas band lewat lapisan distorsi dan lirik reflektif yang terasa personal.

Edisi 35 tahun ini tidak sekadar nostalgia. Corgan akan merilis vinyl berwarna dengan kemasan asli 1991 melalui toko miliknya, Madame Zuzu’s Emporium. Record store independen lain juga akan menjual varian abu abu dengan corak pink dan ungu yang terinspirasi dari sampul album, serta versi hitam standar 180 gram. Strategi ini sejalan dengan laporan IFPI Global Music Report 2024 yang mencatat peningkatan signifikan penjualan vinyl secara global selama beberapa tahun terakhir. Format fisik kembali diminati karena menawarkan pengalaman koleksi dan kedekatan emosional. Dalam konteks ini, Gish bukan hanya arsip. Ia menjadi objek budaya yang kembali diputar, disentuh, dan dipajang.

Lebih dari tiga dekade berlalu, pengaruh Corgan tetap terasa. Ia baru saja berkolaborasi dengan YUNGBLUD dalam versi baru lagu Zombie, kolaborasi pertama The Smashing Pumpkins dalam diskografi artis lain. Ini menunjukkan bahwa warisan Gish tidak berhenti di era 1990 an. Ia terus berdialog dengan generasi baru. Pre order edisi 35 tahun sudah dibuka melalui kanal resmi band. Pertanyaannya sekarang sederhana. Apakah kamu akan memutarnya sebagai bentuk nostalgia, atau mendengarkannya ulang untuk memahami bagaimana sebuah debut bisa membentuk arah alternatif rock selama puluhan tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....