Aphex Twin Lewati Taylor Swift

  • 10 Feb 2026 14:50 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Sebuah temuan menarik datang dari DJ, produser, sekaligus electronic music content creator RamonPang. Dalam analisis yang ia bagikan melalui akun media sosial pribadinya, RamonPang menemukan bahwa per 21 Januari 2026 jumlah pendengar Aphex Twin di YouTube mencapai 430 juta. Angka ini lebih tinggi dibanding Taylor Swift yang berada di kisaran 396 juta. Temuan ini memantik pertanyaan besar. Apakah ini sekadar anomali data, atau ada pergeseran selera audiens global yang sedang terjadi secara perlahan.

Keunikan YouTube terletak pada cara mereka menghitung pendengar. Dikutip dari dokumentasi resmi YouTube Music dan Creator Insider, jumlah pendengar merupakan akumulasi dari seluruh ekosistem YouTube. Data tersebut mencakup penayangan di channel resmi musisi, YouTube Music, hingga penggunaan audio di YouTube Shorts. Artinya, angka pendengar tidak hanya ditentukan oleh basis penggemar inti, tetapi juga oleh bagaimana sebuah musik digunakan dan disirkulasikan ulang dalam budaya visual sehari hari.

RamonPang menyoroti satu pemicu utama lonjakan ini. Track QKThr dari album Drukqs yang dirilis Aphex Twin pada 2001. Lagu ini sempat viral di TikTok dan menjadi audio favorit untuk berbagai tren visual. Berdasarkan data yang dihimpun RamonPang dari TikTok Creative Center dan penelusuran manual lintas platform, QKThr telah digunakan lebih dari 4 juta video TikTok, sekitar 530 ribu Instagram Reels, dan lebih dari 507 ribu YouTube Shorts. Mayoritas konten tersebut mengusung tema subtle foreshadowing dan hopecore. Dua gaya visual yang mengandalkan emosi sunyi, refleksi personal, dan nostalgia, selaras dengan karakter musik Aphex Twin yang repetitif dan intim.

Menariknya, ini bukan pertama kali Taylor Swift dan musik elektronik berada dalam satu narasi yang sama. Pada 2023, Universal Music Group mengonfirmasi adanya kesalahan pressing pada sejumlah vinyl Speak Now. Kasus ini ramai dibahas di forum kolektor dan media sosial penggemar. Beberapa vinyl yang salah putar justru memutar lagu dari kompilasi Happy Land A Compendium Of Electronic Music From The British Isles 1992 sampai 1996 Vol. 1. Kompilasi ini dirilis oleh label Above Board dan memuat karya Black Dog, Ultramarine, Thunderhead, hingga Aphex Twin dengan nama samaran Strider B. Dua peristiwa ini, meski terpisah konteks, menunjukkan satu hal yang sama. Musik elektronik yang dulu dianggap niche kini hidup kembali lewat medium baru dan perilaku audiens yang berubah.

(Sultan Jody Akbar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....