Isyana Sarasvati Rilis "Babel" sebagai Pembuka Chapter ABADHI
- 10 Feb 2026 14:01 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado: Momen yang ditunggu penggemar akhirnya tiba, Isyana Sarasvati kembali dengan single terbarunya berjudul “Babel”, yang telah dirilis pada 6 Februari 2026 di bawah naungan label musik independen miliknya sendiri, REDROSE Records.
Lagu ini menjadi pembuka Bab 4: ABADHI, babak terakhir rangkaian konsep besar EKLEKTIKO yaitu sebuah perjalanan musikal dan personal yang menandai fase paling utuh dalam karier Isyana Sarasvati sejauh ini.
Dikutip dari REDROSE Records, single “Babel” bukanlah lagu tentang kehancuran, melainkan tentang menemukan harmoni di tengah disharmoni. Lagu ini menggambarkan dunia yang tampak kacau, penuh perbedaan suara dan bahasa, namun justru dari sanalah lahir pemahaman baru, identitas baru, dan keindahan yang sebelumnya tak terlihat.
“Lewat ‘Babel’, aku ingin menceritakan perjalanan menemukan jati diri dan kesatuan di tengah keragaman, sebuah ruang dimana berbagai suara, bahasa, dan mimpi bertemu, bercampur, lalu menyatu.” tutur Isyana dalam siaran press.
Di fase album EKLEKTIKO ini, Isyana merasakan perubahan besar dibandingkan dirinya sebelum memasuki rangkaian proyek tersebut. Ia menyebut proses ini sebagai bentuk pendewasaan dan pematangan diri, baik sebagai musisi maupun sebagai pribadi. Isyana merasa lebih bebas, lebih berani membuka diri, bereksplorasi tanpa batas, dan merasakan sisi yang lebih spiritual dibandingkan karya-karyanya sebelumnya. EKLEKTIKO menjadi ruang di mana ia tidak lagi membatasi identitasnya, melainkan merangkul seluruh sisi yang membentuk perjalanan hidup dan karyanya.
Sebagai pembuka Chapter ABADHI, “Babel” menjadi pintu masuk menuju fase penyatuan dalam semesta EKLEKTIKO. ABADHI dimaknai sebagai proses menerima dan merangkul seluruh perjalanan yang telah dilalui juga jatuh dan bangun, terang dan gelap, pasang dan surut. Di fase ini, Isyana semakin memahami bahwa hidup tidak pernah hitam dan putih, melainkan penuh warna, suara, dan cerita yang masing-masing memiliki makna.
Di tengah dunia yang semakin bising dan terfragmentasi, “Babel” hadir sebagai pengingat bahwa dalam setiap dinamika kehidupan yang baik atau buruk, naik maupun turun, selalu ada hal baik yang bisa dipetik. Lagu ini mengajak pendengar untuk menemukan makna, memahami perbedaan, dan melihat keindahan di balik kekacauan. Isyana tidak menciptakan “Babel” dengan membayangkan target pendengar tertentu. Baginya, siapa pun yang pesannya sampai dan beresonansi dengan lagu ini akan merasa dipeluk, tanpa batasan gender, latar belakang, atau status apa pun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....