Blue dan Identitas Galdivemuse

  • 14 Des 2025 19:31 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Tidak sedikit pendengar yang baru tersadar bahwa duo RnB yang lama bersemayam di playlist mereka ternyata berasal dari Indonesia. Galdivemuse selama ini bergerak sunyi, tanpa penanda geografis yang mencolok. Perhatian publik kembali tertarik setelah album Blue dirilis pada 2025. Reaksi ini terekam jelas dari percakapan pendengar di kolom komentar unggahan @galdivemuse, yang menyebut pengalaman mendengar musik mereka terasa global, namun sekaligus personal. Di titik ini, identitas asal justru muncul belakangan, setelah musiknya lebih dulu bekerja.

Galdivemuse digawangi Tisha sebagai vokalis dan penulis lagu, serta Osvaldo sebagai komposer dan produser. Dalam Blue, keduanya memperluas jangkauan sonik dengan lebih berani. Hal ini mereka sampaikan langsung melalui catatan rilis album di media sosial resmi, yang menekankan eksplorasi sebagai kunci utama proses kreatif. Album ini tidak sekadar melanjutkan formula RnB yang nyaman, tetapi membuka ruang bagi struktur, tekstur, dan warna bunyi yang lebih cair. Blue terdengar seperti hasil pencarian, bukan tujuan akhir.

Puncak eksplorasi itu terasa pada lagu Night Charade. Di nomor ini, Galdivemuse memasukkan suling, talempong, kendang, dan angklung ke dalam komposisi yang bergerak luwes. Osvaldo menjelaskan pendekatan ini dalam unggahan proses produksi, bahwa musiknya sengaja dirancang untuk bergerak keluar masuk genre, atau dalam istilah mereka, swerves in and out of genres. Instrumen tradisional tidak ditempatkan sebagai ornamen eksotis, tetapi sebagai bagian dari struktur ritmis dan atmosferik yang menyatu dengan RnB kontemporer.

Blue menunjukkan fase baru Galdivemuse. Musik mereka tidak lagi hanya soal mood, tetapi juga tentang keberanian merangkai identitas tanpa harus menjelaskannya secara eksplisit. Respons pendengar di berbagai platform memperlihatkan bahwa pendekatan ini berhasil menjangkau audiens lintas latar. Tanpa banyak narasi promosi, Galdivemuse membiarkan musiknya berbicara. Dan dari situ, asal-usulnya justru terasa sebagai kekuatan, bukan batasan.

(Sultan Jody Akbar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....