Rock in Celebes dan Musik untuk Bumi

  • 08 Nov 2025 05:47 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Kalau bumi benar-benar hancur, mungkin tidak akan ada musik yang tersisa untuk dimainkan. Tapi pekan lalu, Rock in Celebes membuktikan hal sebaliknya. Dalam edisi ke-16 yang digelar pada 1–2 November 2025 di Fort Rotterdam, Makassar, festival ini tidak hanya merayakan musik, tapi juga menggaungkan pesan tentang pentingnya menjaga bumi. Mengusung tema The Heritage, Rock in Celebes berkolaborasi dengan The Indonesian Climate Communications, Arts & Music Lab (IKLIM) dan Music Declares Emergency Indonesia untuk menyuarakan kesadaran terhadap isu iklim melalui panggung yang penuh energi dan refleksi.

Festival ini mencoba membangun pengalaman baru bagi para penonton menikmati musik tanpa meninggalkan jejak yang merusak lingkungan. Rock in Celebes meniadakan penggunaan plastik sekali pakai, mengganti kemasan dengan wadah guna ulang, menyediakan stasiun pengisian air minum, dan menghadirkan fasilitas cuci yang ramah lingkungan. Semua dirancang agar keseruan festival tetap beriringan dengan tanggung jawab terhadap alam. Di tengah sorotan lampu panggung, festival ini terasa lebih dari sekadar hiburan: ia menjadi ruang solidaritas bagi mereka yang percaya bahwa musik juga bisa menyelamatkan bumi.

Deretan musisi yang tampil memperkuat semangat tersebut. Dari energi segar Efek Rumah Kaca, dentuman Majelis Lidah Berduri, hingga nuansa khas Sukatani Band yang membakar panggung. Musisi asal Makassar pun turut unjuk gigi, seperti Kapal Udara, Tod Musik, Terbit Surgir, dan Paradivya.musik. Mereka bukan sekadar tampil, tapi menjadi bagian dari narasi besar tentang bagaimana musik lokal bisa menjadi medium perubahan global. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kreativitas bisa hidup berdampingan dengan kepedulian lingkungan, dan Makassar menjadi titik pertemuannya.

Tak hanya musik, Rock in Celebes juga menghadirkan berbagai kegiatan lintas disiplin seperti talkshow, pemutaran film, pameran seni, pertunjukan budaya, hingga pasar kuliner lokal. Sejumlah komunitas dan organisasi ikut bergabung, mulai dari @greenpeaceid, @sahabaticw, @koalisiseni, Gerakan Pemuda Sulawesi Lawan Krisis Iklim, hingga Ekspedisi Indonesia Baru, menegaskan bahwa perubahan iklim bukan isu yang bisa diserahkan pada satu pihak saja. Musik jadi jembatan, budaya jadi perlawanan, dan Rock in Celebes menjadi bukti bahwa perayaan bisa tetap bermakna tanpa harus merusak. Untuk informasi terbaru seputar festival dan komunitas yang terlibat, kunjungi akun resmi mereka di @rockincelebes (Instagram).

(Sultan Jody Akbar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....