Nama Baru memiliki Perlindungan Spiritual Anak

  • 08 Jul 2024 11:41 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Sulawesi Utara, khusunya Minahasa memiliki tradisi unik yang melibatkan perubahan nama anak menjadi "Buang" untuk laki-laki dan "Unggu" bagi perempuan. Tradisi ini tidak hanya sekadar pergantian nama, tetapi juga memiliki makna mendalam dan tujuan spiritual yang kuat.

Dalam tradisi ini, nama asli anak laki-laki diganti menjadi "Buang" dan nama anak perempuan menjadi "Ungu" untuk jangka waktu tertentu. Pergantian nama ini dilakukan sebagai bagian dari ritual adat yang bertujuan untuk melindungi anak dari roh jahat dan penyakit. Nama baru ini diyakini membawa perlindungan spiritual bagi anak-anak.

Tradisi penggantian nama Buang dan Unggu didasarkan pada kepercayaan bahwa nama memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi nasib serta kesehatan seseorang. Dengan mengganti nama (Buang atau Unggu) sementara, diyakini bahwa anak akan terlindungi dari bahaya. Setelah itu anak tersebut dapat kembali menggunakan nama aslinya.

Tradisi ini juga berkaitan dengan pengalihan tanggung jawab hak asuh anak. Umumnya pada usia bayi, anak yang sakit-sakitan tersebut diletakan di dalam tolu (topi petani) dan diletakan di atas kepala. Lalu dibawa ke rumah kerabat terdekat yang bersedia merawat anak tersebut.

Ada berbagai variasi dalam pelaksanaan tradisi ini, tergantung pada sub-suku atau wilayah tertentu dalam budaya Minahasa. Setiap variasi memiliki cara dan ritus yang sedikit berbeda namun tetap berakar pada tujuan yang sama.

Tradisi ini masih dihormati dan dilaksanakan dalam komunitas tertentu di Sulawesi Utara, meskipun tidak sepopuler dulu. Sekretaris IKISST Manado, Richard Kundiman SE mengakui adanya tradisi tersebut yang justru terjadi pada anaknya. Meskipun menjalankan tradisi ganti nama, namun tidak terlepas dari doa orang tua maupun orang tua asuh anak kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Penggantian nama ini menjadi bagian dari identitas budaya suku Minahasa, memperkuat rasa kebersamaan dan warisan leluhur dalam masyarakat.

Tradisi penggantian nama "Buang" dan "Ungu" ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya Indonesia, serta bagaimana kepercayaan dan praktik lokal dapat memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat.

(Vani Yohanis)


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....