Patung Dotu Lolong Lasut: Simbol Keberanian dan Sejarah Kota Manado

  • 11 Apr 2024 07:35 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Kota Manado, Sulawesi Utara, menyimpan banyak kekayaan sejarah., salah satunya adalah Patung Dotu Lolong Lasut. Patung ini menjadi sebuah monumen yang mengabadikan sosok sentral dalam pembentukan kota ini.

Dotu Lolong Lasut, yang dikenal juga dengan nama Ruru Ares, lahir pada bulan November 1450 dan hidup pada abad ke-16. Dia adalah figur religius yang disegani dan memegang peranan penting dalam perjalanan sejarah Kota Manado.

Dotu Lolong Lasut adalah tokoh pendiri Wanua Wenang, yang menjadi pondasi Kota Manado. Sebagai Kepala Walak/Kepala Agama Wenang, dia memimpin penduduk melawan penjajah Portugis.

Patung Dotu Lolong Lasut, yang berdiri kokoh di pusat kota manado, tepatnya di Taman Kesatuan Bangsa (TKB), di dalam kompleks pasar 45, tak sekadar menjadi struktur fisik, tapi juga lambang rasa hormat kepada sejarah kota. Pembangunan Patung ini dimulai pada tahun 1987, sebagai simbol ketegasan dan semangat perlawanan.

Dotu Lolong Lasut, sebagai pendiri Kota Manado, memainkan peran utama dalam membentuk "Tumani Negeri Wenang," yang sekarang kita kenal sebagai Kota Manado. Selain Patung Dotu Lolong Lasut, di sekitar tempat itu juga dibangun Makam atau Tugu Dotu Lolong Lasut yang menyerupai waruga atau kubur batu, untuk menghormati tradisi masyarakat Minahasa di masa lalu.

Makam atau Tugu Dotu Lolong Lasut di Kota Manado, Sulawesi Utara (Foto: RRI/Yelin)

Proyek pembangunan dimulai pada tanggal 15 Desember 1970, pada masa pemerintahan Gubernur HV Worang. Sejak itu, Patung dan Tugu ini menjadi simbol yang merefleksikan sejarah, keberanian, dan semangat perjuangan.

Setiap detailnya menceritakan perjalanan panjang Kota Manado dan jasa-jasa Dotu Lolong Lasut, mulai dari penemuannya hingga kepemimpinannya dalam melawan penjajah. Tugu dan Patung Dotu Lolong Lasut bukan sekadar monumen batu biasa, namun juga merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah Kota Manado.

Selain itu sebagai simbol identitas, yang mengajak kita untuk tetap menghargai, menghormati, dan mengenang perjuangan dalam pembentukan kota ini, Kota Manado, Sulawesi Utara, yang sarat dengan kebesaran dan keperkasaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....