Lima Bahaya Menyimpan Dendam bagi Kesehatan Tubuh

  • 13 Sep 2026 21:20 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Menyimpan kemarahan dan dendam dalam waktu lama tidak hanya memengaruhi kondisi emosional, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan tubuh. Tekanan psikologis yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi hormon, kebiasaan sehari-hari, hingga meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan.

Dirangkum dari hellosehat.com, berikut lima dampak yang perlu diperhatikan.

  1. Mengganggu keseimbangan hormon
    Dendam dapat membuat seseorang terus berada dalam kondisi tertekan. Situasi tersebut berkaitan dengan peningkatan hormon kortisol yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres.
    Jika berlangsung terlalu lama, stres kronis dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh. Sebaliknya, kondisi emosional yang lebih tenang dan hubungan sosial yang positif berkaitan dengan aktivitas oksitosin, hormon yang berperan dalam ikatan sosial dan rasa nyaman.
  2. Mendorong kebiasaan tidak sehat
    Tekanan emosional juga dapat memengaruhi perilaku seseorang. Sebagian orang merespons stres dengan merokok, mengonsumsi makanan tinggi kalori, kurang berolahraga, atau mengabaikan pola hidup sehat.
    Jika kebiasaan tersebut berlangsung dalam jangka panjang, risikonya dapat meningkat terhadap masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.
  3. Meningkatkan risiko masalah jantung
    Kemarahan dan stres yang berulang dapat memengaruhi tekanan darah serta kerja sistem kardiovaskular. Apabila berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
    Karena itu, kemampuan mengelola emosi menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung, terutama bagi orang yang sering mengalami tekanan psikologis.
  4. Berkaitan dengan nyeri berkepanjangan
    Stres emosional yang terus berlangsung juga dapat berkaitan dengan keluhan fisik, termasuk sakit kepala dan nyeri punggung. Hubungan antara kondisi psikologis dan keluhan fisik dikenal dalam konteks gangguan psikosomatis.
    Artinya, tekanan mental dapat memengaruhi cara tubuh merasakan dan merespons rasa sakit. Namun, keluhan nyeri tetap perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab medisnya.
  5. Mempercepat dampak stres pada tubuh
    Stres kronis dapat memengaruhi proses biologis yang berkaitan dengan penuaan dan regenerasi sel. Paparan stres yang berkepanjangan juga dapat berdampak pada kualitas tidur, kondisi emosional, serta fungsi tubuh secara keseluruhan.
    Karena itu, mengelola kemarahan bukan sekadar persoalan menjaga hubungan dengan orang lain. Mengurangi stres, menjaga pola tidur, berolahraga, dan mencari dukungan ketika diperlukan dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental.
    Memaafkan tidak berarti membenarkan tindakan orang lain. Namun, mengurangi kemarahan yang terus dipelihara dapat menjadi salah satu cara untuk mengelola stres dan menjaga kesejahteraan diri.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....