Cita-Cita sejak Kecil, Sertu Grace Marlen Wujudkan Mimpi Jadi Prajurit TNI

  • 19 Jul 2026 19:24 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Jika bertemu dengannya tanpa mengenakan seragam dinas, mungkin tak banyak yang menyangka perempuan berparas manis dengan rambut sebahu itu adalah seorang prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Dialah Sersan Satu (Sertu) Grace Marlen, anggota TNI AD yang sehari-hari berdinas di POMDAM XIII Merdeka dan saat ini diperbantukan sebagai personel di Penerangan Kodam (Pendam) XIII/Merdeka.

Bagi Grace, menjadi seorang prajurit bukanlah pilihan yang datang begitu saja. Cita-cita itu telah tumbuh sejak ia masih kecil. Perempuan berdarah Kendari yang lahir di Makassar ini mengaku terinspirasi melihat sosok perempuan yang mampu mengabdi kepada bangsa melalui institusi TNI.

"Karena saya melihat perempuan yang menjadi seorang prajurit itu terlihat hebat, luar biasa, membantu dan menjaga kedaulatan NKRI, serta menjaga dan membela bangsa," ujar Grace.

Saat ditemui di sela pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Grace mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat, hingga mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menjadi kekuatan dalam membangun wilayah perbatasan.

"Kegiatan ini sangat baik karena melibatkan TNI, pemerintah, masyarakat, dan juga mahasiswa. Semuanya bekerja bersama-sama membangun negeri di pelosok Kepulauan Talaud demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Di lingkungan Pendam XIII/Merdeka, Grace mengemban tugas sebagai pembawa acara (MC) sekaligus protokol dalam berbagai kegiatan kedinasan. Ia mengakui, tugas tersebut memiliki tantangan tersendiri karena menuntut kepercayaan diri, ketelitian, dan kemampuan berkomunikasi di depan publik.

"Menjadi MC itu tidak mudah. Yang paling utama harus memiliki mental yang kuat dan mampu meminimalkan kesalahan saat bertugas," ungkapnya.

Grace menjelaskan bahwa kemampuan tersebut diperoleh melalui pendidikan kejuruan yang diterima setelah menyelesaikan pendidikan dasar militer.

"Dalam pendidikan kami juga ada materi etika dan protokol, termasuk pelatihan khusus untuk menjadi MC," jelasnya.

Di luar tugas kedinasan, Grace memiliki ketertarikan pada dunia olahraga. Meski mengaku masih sebagai pemula, ia gemar bermain tenis dan padel. Sementara untuk kemampuan militer, latihan menembak tetap menjadi agenda rutin yang wajib diikuti setiap tiga bulan sekali.

Perjalanan pengabdiannya sebagai prajurit juga membawanya ke kancah internasional. Grace pernah menjalankan misi perdamaian bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sebagai bagian dari Garuda XXV Sector East Military Police selama satu tahun, yakni pada periode 2024 hingga 2025.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen berharga dalam karier militernya sekaligus memperluas wawasan tentang pengabdian sebagai prajurit Indonesia di tingkat dunia.

Di akhir perbincangan, Grace mengajak generasi muda, khususnya perempuan, untuk tidak ragu mengejar cita-cita menjadi anggota TNI. Menurutnya, keberhasilan diawali dari tekad yang kuat, persiapan fisik yang matang, serta rasa bangga menjadi warga negara Indonesia.

"Kalau memang memiliki cita-cita menjadi prajurit, persiapkan diri sebaik mungkin. Yang terpenting adalah memiliki semangat, disiplin, dan rasa bangga untuk mengabdi kepada bangsa dan negara," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....