Hari Down Syndrome Sedunia dan Faktor Risikonya

  • 22 Mar 2026 21:35 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Setiap tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Down Syndrome Sedunia. Peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 19 Desember 2011 dan mulai dilaksanakan sejak 2012. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Down syndrome, yaitu kondisi genetik akibat kelebihan kromosom yang memengaruhi perkembangan fisik dan intelektual seseorang.

Dikutip dari hellosehat.com, Sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya Down syndrome. Pertama, usia ibu saat hamil menjadi faktor penting. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia. Pada usia 25 tahun, peluang melahirkan bayi dengan Down syndrome sekitar 1 dari 1.200 kelahiran. Risiko ini naik menjadi 1 dari 350 pada usia 35 tahun, dan sekitar 1 dari 10 pada usia 49 tahun. Hal ini berkaitan dengan kualitas sel telur yang menurun dan meningkatnya kemungkinan kesalahan pembelahan kromosom.

Kedua, riwayat kehamilan sebelumnya juga berpengaruh. Ibu yang pernah melahirkan bayi dengan Down syndrome memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa pada kehamilan berikutnya. Selain itu, faktor genetik seperti translokasi kromosom pada orang tua dapat meningkatkan risiko pada anak.

Ketiga, jumlah anak dan jarak antar kehamilan turut memengaruhi. Risiko cenderung meningkat jika kehamilan terjadi pada usia lebih tua, terutama dengan jarak kelahiran yang cukup jauh dari anak sebelumnya.

Untuk mengantisipasi risiko, pemeriksaan genetik dianjurkan bagi pasangan yang memiliki riwayat Down syndrome atau merencanakan kehamilan di usia tertentu. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi kemungkinan kondisi sejak dini sehingga penanganan dapat dipersiapkan dengan lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....