Tradisi “Makang di atas Daong Pisang” di Minahasa

  • 20 Okt 2025 14:32 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Tradisi makan bersama di atas daun pisang atau yang dikenal sebagai “Makang di atas Daong Pisang” masih dilestarikan oleh masyarakat Minahasa hingga saat ini. Tradisi ini bukan sekadar cara makan bersama, tetapi mengandung makna kebersamaan, kesetaraan sosial, serta rasa syukur kepada Tuhan atas berkat yang diterima.

Dilansir dari 88News.id (8 April 2024), tradisi ini kerap dilakukan dalam acara keluarga besar, pesta syukur, atau kegiatan sosial seperti mapalus (gotong royong). Daun pisang dibentangkan memanjang di atas meja atau lantai, kemudian di atasnya disusun nasi dan berbagai hidangan khas Minahasa seperti ikan bakar, ayam rica, sambal dabu-dabu, dan sayur bunga pepaya.

“Makan bersama di atas daun pisang adalah cara orang Minahasa menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin. Semua sama di hadapan Tuhan,”

tulis 88News.id dalam laporannya.

Sementara itu, menurut Sulut News TV (2024), tradisi makang di daong sering dijumpai dalam kegiatan kumawus yaitu acara ibadah dan peringatan keluarga besar. Setelah doa bersama, seluruh keluarga duduk berjejer menikmati hidangan dari hamparan daun pisang.

Tokoh masyarakat Minahasa yang diwawancarai Sulut News TV menyebut, tradisi ini menjadi simbol kasih dan persaudaraan antarwarga.

“Makang di atas daun pisang bukan cuma soal makan, tapi tentang cinta kasih dan kebersamaan keluarga,” ujarnya.

Selain nilai sosial, penggunaan daun pisang juga mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan. Daun pisang mudah terurai dan ramah alam, menggantikan peralatan makan sekali pakai yang sering menimbulkan sampah plastik.

Tradisi makang di atas daong pisang juga memperlihatkan filosofi hidup orang Minahasa: hidup sederhana, saling menghargai, dan menjaga keseimbangan dengan alam. Dalam budaya lokal, hal ini sejalan dengan nilai mapalus semangat bekerja sama dan saling bantu dalam komunitas.

Meski semakin jarang dijumpai di kota, tradisi ini masih hidup di kampung-kampung dan desa adat. Banyak keluarga Minahasa yang sengaja menghidupkan kembali tradisi ini saat acara syukuran atau hari besar keagamaan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Nilai Utama Tradisi “Makang di atas Daong Pisang”

  • Kesetaraan: Semua orang makan bersama tanpa perbedaan status sosial.
  • Kebersamaan: Mempererat hubungan keluarga dan masyarakat.
  • Syukur: Mengungkapkan terima kasih atas berkat Tuhan.

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....