Rokok Turunkan Kepadatan Tulang, Ini Faktanya!
- 20 Sep 2025 14:15 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Rokok dikenal luas sebagai penyebab penyakit jantung, kanker, dan gangguan kehamilan. Namun, satu dampak yang sering luput dari perhatian adalah penurunan kepadatan tulang yang dapat menyebabkan osteoporosis dan peningkatan risiko patah tulang.
Menurut data dari OrthoInfo dan jurnal Al-Bashaireh et al. (2018), kandungan nikotin dalam rokok mengganggu pembentukan sel tulang (osteoblast) dan meningkatkan aktivitas sel perusak tulang (osteoclast). Proses ini menyebabkan tulang kehilangan massa dan kekuatannya secara bertahap.
Selain itu, rokok mengganggu penyerapan kalsium, menurunkan kadar hormon estrogen, serta menghambat aliran darah ke jaringan tulang. Kombinasi ini memperparah risiko osteoporosis, bahkan memperlambat pemulihan setelah cedera tulang.
Meski berbeda bentuk, rokok elektrik atau vape juga mengandung nikotin dan bahan kimia lain yang berdampak negatif pada kesehatan tulang. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan, namun risikonya tidak bisa diabaikan.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (2023), jumlah perokok mencapai lebih dari 70 juta orang. Pria mendominasi angka ini dengan persentase 73,2%, sementara perokok remaja mencapai 7,4%. Indonesia bahkan menjadi negara dengan konsumsi rokok tertinggi di ASEAN, mencapai 278,85 miliar batang di tahun 2024.
Tak heran jika penyakit terkait rokok seperti jantung dan kanker menjadi beban terbesar dalam pembiayaan BPJS Kesehatan.
Kesimpulan:
Rokok bukan hanya ancaman bagi organ vital, tetapi juga merusak sistem rangka tubuh. Baik perokok aktif maupun pasif sama-sama berisiko mengalami gangguan kepadatan tulang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....