Makna dari Bersatu Kita Teguh bercerai kita runtuh
- 17 Sep 2025 17:33 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Pepatah lama “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” mengajarkan pentingnya persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Meski sederhana, ungkapan ini tetap relevan di era modern yang penuh dengan perbedaan dan dinamika sosial. Persatuan menjadi kunci kekuatan, sementara perpecahan hanya melemahkan. Nilai inilah yang terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai pegangan hidup bersama.
Arti dan Makna Pepatah
- Secara harfiah, pepatah ini berarti bahwa ketika kita bersatu dan bekerja bersama, maka kita akan kuat dan mampu menghadapi tantangan. Namun, jika terpecah belah, maka kekuatan itu akan hilang dan kita bisa “runtuh” atau gagal.
- Dikutip dari laman kumparan.com dilihat dari jenisnya, pepatah ini termasuk jenis pameo, yaitu ungkapan pendek yang digunakan sebagai nasihat moral dan prinsip hidup bagi masyarakat.
- Dikutip dari id.wikiquote.org Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan beberapa literatur peribahasa, makna utamanya adalah bahwa keberhasilan banyak ditentukan oleh kerja sama serta solidaritas antar individu dalam kelompok.
Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Pepatah ini tidak hanya cocok dijadikan slogan, melainkan bisa diwujudkan dalam tindakan nyata, antara lain:
- Di sekolah atau kampus:
– Siswa yang mendukung teman-temannya belajar, bukan saling bersaing secara negatif.
– Dalam tugas kelompok, semua anggota ikut aktif dan saling membantu agar tugas selesai dengan baik. - Di lingkungan masyarakat atau RT/RW:
– Gotong-royong membersihkan lingkungan.
– Bergotong-royong dalam acara masyarakat: membangun fasilitas, kegiatan sosial, dan sebagainya. - Di tingkat nasional atau negara:
– Menjaga persatuan saat menghadapi tantangan seperti bencana alam, pandemi, atau ancaman eksternal.
– Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan atau individu.
Relevansi Pepatah di Era Modern
Walau zaman terus berubah, pepatah ini tetap relevan, terutama di tengah:
- Globalisasi dan keragaman budaya, agama, suku, bahasa: Persatuan menjadi dasar agar keragaman bisa menjadi kekuatan, bukan sumber konflik.
- Media sosial dan polarisasi opini: Perpecahan bisa mudah muncul jika kritik atau perbedaan pendapat tidak dikelola dengan baik. Pepatah ini mengingatkan kita bahwa persatuan dan toleransi sangat penting.
- Tantangan bersama seperti pandemi, perubahan iklim, krisis ekonomi: semua ini membutuhkan kerja sama lintas sektor, antar kelompok dan antar generasi agar mampu melewati masa sulit bersama.
Pepatah “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” bukan hanya kata-kata bijak, tapi prinsip hidup. Persatuan dan solidaritas membentuk kekuatan kolektif yang memungkinkan kita mengatasi segala rintangan. Di saat kelompok atau bangsa terpecah, kelemahan akan mudah muncul. Oleh karena itu, menjaga rasa persatuan, toleransi, dan gotong-royong tetap penting—baik dalam lingkup kecil hingga skala besar.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....