Laut Pernah Dipimpin oleh Seorang Wanita Hebat
- 15 Agt 2025 10:36 WIB
- Manado
KBRN Manado : Di tengah sejarah maritim Nusantara, terdapat figur legendaris yang bahkan menaklukkan armada kolonial dia adalah Laksamana Malahayati, perempuan yang memimpin armada perang Aceh di abad ke-16. Sosoknya bukan hanya simbol keberanian, tetapi juga rekor dunia lebih dulu dibandingkan admiral perempuan lainnya.
Malahayati, atau bernama asli Keumalahayati, lahir pada 1 Januari 1550 di Kesultanan Aceh. Menurut jurnal International Journal of Humanities Education and Social Sciences, ia menjadi panglima angkatan laut (admiral) pertama dunia dan memimpin pasukan “Inong Balee” terdiri dari para janda pejuang yang kehilangan suami di medan perang dengan efektif dan berani.
Menurut catatan sejarah, ia dibesarkan dalam tradisi militer karena ayah dan kakeknya juga menjabat sebagai laksamana. Selain sebagai komandan armada, Malahayati juga menjalankan diplomasi penting. Pada tahun 1602, ia menegosiasikan hubungan damai antara Kesultanan Aceh dan Inggris, membuka akses perdagangan di Jawa melalui negosiasi yang sukses dengan utusan Ratu Elizabeth I.
Kepiawaian militernya paling diingat dalam peristiwa Pertempuran Aceh (1599), ketika dia memimpin pasukannya dalam duel satu lawan satu dengan Cornelis de Houtman. Berkat keberaniannya menundukkan Houtman dan menawan saudaranya, Malahayati dianugerahi gelar Laksamana dan mempertahankan kedaulatan selat Malaka dari ancaman asing.
Menurut jurnal Jurnal Ilmu Pemerintahan (2025), keterlibatan aktif perempuan dalam strategi pertahanan maritim ini menandai kecanggihan taktik dan kekuatan sosial Aceh kala itu. Malahayati tidak sekadar penggagas pasukan, tapi juga pelopor integrasi masyarakat sipil terutama perempuan dalam struktur keamanan nasional.
Jejak keberanian Malahayati terekam dalam peninggalan fisik: Fort Inong Balee, benteng yang dibangunnya sebagai markas pertahanan di atas bukit strategis, hingga kini masih bisa dikunjungi sebagai situs warisan sejarah. Pada 2017, Presiden Joko Widodo menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Malahayati, menegaskan posisinya sebagai ikon yang sudah lama terlupakan namun luar biasa inspiratif. (Apri Sri Devi Simatupang/LPU)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....